Diboikot Warga Desanya, Pria Ini Pilih Lakukan Karantina di Mobil

Angga Roni Priambodo, Gagah Radhitya Widiaseno

Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:51 WIB
Diboikot Warga Desanya, Pria Ini Pilih Lakukan Karantina di Mobil
Ilustrasi karantina di dalam mobil. (Unsplash/Nicole Harrington)

Suara.com - Kasus boikot atau menolak warga dari luar daerah masuk ke desa di tengah wabah corona sering terjadi di Indonesia. Hal ini dilakukan warga karena mereka ketakutan tertular virus corona.

Penolakan ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan di India. Di sana, penolakan terjadi tidak pandang bulu. Bahkan warga desanya sendiri pun ditolak masuk.

Hal ini dialami oleh salah satu warga bernama Madhaba Patra. Pria 30 tahun ini diboikot warga desanya karena dirinya diketahui bekerja di luar kota.

Padahal sebelum masuk ke desa, dirinya sudah melakukan karantina mandiri selama 14 hari di daerah tempat kerjanya. Setelah melakukan karantina mandiri, ia pun dinyatakan negatif dan dapat surat izin oleh kepolisian setempat.

Nah sesampainya di desanya, justru warga setempat mendatangi rumahnya dan meminta untuk melakukan karantina lagi sebelum menetap.

Warga bersikeras dan tak memperdulikan surat izin serta surat pernyataan negatif Corona yang telah dimilikinya.

Pria ini lakukan karantina mandiri di dalam mobil (Cartoq)
Pria ini lakukan karantina mandiri di dalam mobil (Cartoq)

Patra kemudian pergi ke kantor polisi setempat, meminta bantuan untuk menghilangkan keraguan para penduduk desa. Hari ini dia pun diizinkan tinggal di rumahnya.

Keesokan harinya, ayah Patra ditegur sejumlah warga terkait kehadiran dirinya. Penolakan warga kembali pecah, Patra kembali diminta tinggal di pusat karantina terdekat untuk memastikan dia bebas COVID-19.

“Saya memberi tahu masalah ini kepada pihak berwenang setempat tetapi tidak berhasil," ujar Patra dikutip dari Cartoq.

baca juga

Atasan desakan warga, ia pun akhirnya memilih mengikuti keinginan warga desanya. Patra akhirnya memilih untuk melakukan karantina di dalam mobil.

Ia beralasan kalau dirinya tidak melakukan karantina di pusat karantina karena takut tertular dengan pasien lainnya.

Patra diketahui tinggal di dalam mobilnya yang terparkir di pusat karantina terdekat dari desanya. Dia hanya keluar untuk menggunakan toilet.

Sesuai dengan aturan pelonggaran lockdown di India, Patra bisa pulang setelah menjalani 7 hari masa karantina. Waktu yang terasa sangat lama untuk tetap berada di dalam mobil.

Wah kalau kalian betah nggak nih di karantina di mobil, sendirian lagi?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapkan Kenormalan Baru, Begini Cara Porsche Jual Mobil Bekas

Terapkan Kenormalan Baru, Begini Cara Porsche Jual Mobil Bekas

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2020 | 10:55 WIB

Mobil Murah Ini Rilis di Tengah Wabah Corona, Harga Cuma Rp 50 Jutaan

Mobil Murah Ini Rilis di Tengah Wabah Corona, Harga Cuma Rp 50 Jutaan

Otomotif | Kamis, 28 Mei 2020 | 18:31 WIB

Warga New York Nonton Bioskop dari Mobil Ditengah Pandemi Covid-19

Warga New York Nonton Bioskop dari Mobil Ditengah Pandemi Covid-19

Foto | Kamis, 28 Mei 2020 | 16:27 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×