Desainer Skotlandia Ciptakan Ventilator dari Mesin Kopi

BBC

BBC

Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:59 WIB
Desainer Skotlandia Ciptakan Ventilator dari Mesin Kopi
Ross Hunter, penemu ventilator dari mesin kopi [BBC].

Suara.com - Desainer asal Skotlandia, Ross Hunter berhasil masuk ke tahap final kompetisi membuat ventilator murah untuk penderita Covid-19. Pencapaiannya ini dilakukan dengan memodifikasi mesin kopi komersial.

Ross Hunter seorang desainer dan pemilik perusahaan desain kabin penginapan, dan ia terbiasa berpikir inovatif untuk menghadapi kompetisi bisnis.

Ia gemar “mengutak-atik” konsep desain di waktu luangnya, termasuk merancang purwarupa mesin kopi komersial, yang idenya ia dapat ketika berkunjung ke warung kopi rekannya di Edinburgh.

"Saya tertarik pada kompleksitas mesin kopi," katanya.

Enam vaksin virus corona sudah diuji coba pada manusia Mutasi virus corona memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usulnya di Indonesia Rencana penerapan New Normal, 'kondisi pasien sekarang saja sudah membludak'

“Pelaku bisnis kopi mencari cara untuk terus meningkatkan kualitas tekanan dan suhu air pada mesin agar bisa menyarikan segenap rasa yang ada pada biji kopi."

Upayanya mengutak-atik ini berubah saat pandemi virus corona.

Bisnis Ross Hunter tutup sementara karena karantina.

Kemudian ia mendapat informasi tentang tantangan global dari sejumlah dokter di Massachusetts General Hospital yang khawatir soal kekurangan ventilator untuk merawat pasien Covid-19.

baca juga

Tantangan bernama CoVent-19 Innovate2Ventilate ini menyerukan kepada para inovator dari seluruh dunia dalam 90 hari untuk membuat ventilator murah dan mudah digunakan.

Apa itu ventilator?

Ventilator adalah mesin yang membantu seorang pasien bernapas dengan memberi oksigen ke dalam paru-paru dan menyingkirkan karbon dioksida

Ventilator bisa digunakan membantu pasien bernapas apabila mereka mengalami penyakit paru atau kondisi lain yang mempersulit pernapasan. Ventilator juga bisa dipakai sesudah operasi.

Pipa, terhubung ke mesin ventilator, ditempatkan di mulut pasien, atau di hidung atau di irisan kecil di tenggorokan (disebut trakeostomi).

Ross Hunter sadar bahwa ia sudah membuat semacam ventilator pada konsep mesin kopi rancangannya dan segera memutuskan untuk mengubahnya untuk menjadi sistem ventilator.

Katanya: "Saya sadar, dengan mengganti beberapa komponen di purwarupa mesin kopi, saya bisa membuat ventilator.”

"Ide mesin kopi saya memakai sistem pendorong, bukan pompa yang biasanya dipakai. Ini serupa dengan konsep tuas pada mesin kopi, tapi dengan sistem pendorong yang bisa dikendalikan dengan mudah.”

“Untuk membuat purwarupa ventilator ini bekerja, saya perlu membuat sedikit modifikasi di mesin kopi ini”.

Hunter mengerjakan mesinnya sendirian, dan ini memakan waktu tiga minggu untuk membangun satu purwarupa dan model tiga dimensi dari rancangannya yang disebut CORE Vent.

“Saya fokus membuat ventilator sesederhana mungkin yang bisa dibuat di manapun dan tidak membutuhkan komponen atau peralatan yang khusus”.

Dengan pendekatannya yang tidak konvensional ini, juri-juri kompetisi CoVent-19 terkesan.

Rancangan Hunter termasuk tujuh rancangan final di antara 200 rancangan yang masuk dari 40 negara.

Ia satu-satunya peserta perorangan yang masih bertahan di kompetisi, serta satu-satunya dari luar benua Amerika.

Namun ia tak menganggap jalannya mudah, apalagi tahu bahwa pesaingnya termasuk satu tim besar dari Stanford University.

“Saya masih kaget dengan berita bahwa saya mencapai final dalam kompetisi menghadapi kompetisi internasional yang berat ini,” kata Hunter.

Ia membentuk tim kecil yang berasal dari firma desainnya, Armadilla, untuk memperbaiki purwarupanya sebelum tenggat tanggal 21 Juni.

Pemenangnya, yang akan diumumkan akhir bulan Juni, tidak akan mendapat hadiah uang tapi namanya akan dijadikan nama ventilator tersebut.

“Saya tak pernah berharap dapat uang dari ide ini,” kata Hunter, yang perusahaannya belum lama ini dianugrahi Queen's Award for Enterprise dalam kategori inovasi.

“Saya hanya ingin membantu sebisa saya, terutama untuk negara-negara yang tak punya kemampuan untuk membeli ventilator yang sangat mahal."

Sekalipun banyak negara yang sudah meningkatkan jumlah produksi ventilator, masih banyak negara, terutama negara miskin, yang kekurangan.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan bahwa 41 negara di benua Afrika hanya memiliki kurang dari 2.000 ventilator yang berfungsi di fasilitas kesehatan mereka.

Emily Blatter Boyer, salah satu penyelenggara CoVent-19 Challenge, mengatakan: "Tujuan kami dalam kompetisi ini adalah meningkatkan pasokan ventilator berharga murah untuk fasilitas kesehatan yang harus menanggung beban berat dalam menyediakan pipa oksigen untuk perawatan.”

“Masih dibutuhkan waktu untuk menemukan vaksin, dan sementara itu virus terus menyebar. Menurut para ahli epidemiologi, ada kemunginan virus itu akan kembali lagi dengan lebih kuat tahun depan”.

"Ventilator seharga US$30.000 hingga $50.000 mungkin mencukupi untuk kota-kota besar di Amerika Serikat, tapi tak akan cukup memenuhi kebutuhan dalam krisis global ini."

Penyelenggara kompetisi menyatakan mereka sedang merundingkan dengan pabrikan, distributor dan sektor publik untuk mendistribusikan ventilator pemenang kompetisi ini ke seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inggris Izinkan Mengemudi, Wales dan Skotlandia Beda Aturan

Inggris Izinkan Mengemudi, Wales dan Skotlandia Beda Aturan

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2020 | 22:05 WIB

Pemotong Rumput Ini Dijejali Mesin Yamaha R1, Endingnya Bikin Penasaran

Pemotong Rumput Ini Dijejali Mesin Yamaha R1, Endingnya Bikin Penasaran

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2020 | 14:04 WIB

Cegah Sebaran Covid-19, Peneliti Kembangkan Ventilator dari Masker Selam

Cegah Sebaran Covid-19, Peneliti Kembangkan Ventilator dari Masker Selam

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 20:04 WIB

Terkini

Makna Lambang Tunas Kelapa Pramuka, Simbol Generasi Tangguh dan Bermanfaat

Makna Lambang Tunas Kelapa Pramuka, Simbol Generasi Tangguh dan Bermanfaat

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Golkar Buka Suara Soal Kepala Daerah Marak Kena OTT, Singgung Mahalnya Biaya Politik

Golkar Buka Suara Soal Kepala Daerah Marak Kena OTT, Singgung Mahalnya Biaya Politik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Gardu Induk Gandul Bermasalah, Listrik di Jakarta Hingga Tangerang Sempat Gelap Gulita

Gardu Induk Gandul Bermasalah, Listrik di Jakarta Hingga Tangerang Sempat Gelap Gulita

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:52 WIB

BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Wirausaha untuk Bangun Usaha Produktif

BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Wirausaha untuk Bangun Usaha Produktif

Bogor | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:51 WIB

YouTube Diberi Waktu 3 Hari soal Kasus Bigmo, Komdigi Ancam Denda hingga Pemutusan Akses

YouTube Diberi Waktu 3 Hari soal Kasus Bigmo, Komdigi Ancam Denda hingga Pemutusan Akses

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Day Cream Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam Usia 40? Ini 4 Pilihannya Sesuai Review

Day Cream Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam Usia 40? Ini 4 Pilihannya Sesuai Review

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Deflasi Juli 2026 Picu Tanda Tanya, BPS Sebut Bukan Gara-gara MBG Libur

Deflasi Juli 2026 Picu Tanda Tanya, BPS Sebut Bukan Gara-gara MBG Libur

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:49 WIB

NHM Teguhkan Komitmen Good Mining Practices melalui Binwas Terpadu ESDM

NHM Teguhkan Komitmen Good Mining Practices melalui Binwas Terpadu ESDM

Jakarta | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review

Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Pasar Forex Lagi Tenang, Tapi Ada Sinyal Bahaya yang Diincar Investor Besar

Pasar Forex Lagi Tenang, Tapi Ada Sinyal Bahaya yang Diincar Investor Besar

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:37 WIB

×