Inggris Izinkan Mengemudi, Wales dan Skotlandia Beda Aturan

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 26 Mei 2020 | 22:05 WIB
Inggris Izinkan Mengemudi, Wales dan Skotlandia Beda Aturan
Suasana sebuah kompleks perumahan di kota Belfast, Irlandia Utara dengan bangunan dipenuhi murals serta tempat parkir bersama [Suara.com/CNR ukirsari Ingram].

Suara.com - Setelah melakukan lockdown terkait pandemi 2019 Novel Coronavirus atau Covid-19 sepanjang dua bulan (23/3-24/5/2020), warga Inggris memulai babak baru di sektor otomotif. Dikutip dari The Independent, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pernyataan akan adanya protokol menyoal transportasi pribadi.

Yaitu dengan mendorong warga Inggris untuk mengemudikan mobil sendiri, serta untuk sementara waktu tidak menggunakan sarana transportasi umum. Antara lain alasannya karena masih dalam kondisi physical distancing, maka penumpang mesti jaga jarak. Di sisi lain, ketersediaan wahana angkut juga masih dibatasi. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Namun peraturan yang diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hanya berlaku bagi England, bagian dari Kerajaan Bersatu atau United Kingdom yang anggotanya adalah Inggris atau England, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Apakah warga negaranya mendapatkan kesempatan mengemudi mobil seperti warga England?

Salah satu Scottish Borders yang berlokasi antara kota Darlington di England, menuju Edinburgh di Scotland, berada di ruas motorway A68 [Suara.com/Nicholas Ingram].
Salah satu Scottish Borders yang berlokasi antara kota Darlington di England, menuju Edinburgh di Scotland, berada di ruas motorway A68 [Suara.com/Nicholas Ingram].

Dikutip dari The Independent, aturan menyoal sektor otomotif di Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara ternyata berbeda. Di ketiga negara ini, masih diberlakukan kebijakan StayHome atau DiRumahAja, sehingga penggunaan mobil terbatas untuk kebutuhan penting yang tidak bisa ditangguhkan.

Di Irlandia Utara, kegiatan mengemudi dibolehkan untuk menuju lokasi berlatih kebugaran di area atau fasilitas indoor yang aman. Sementara di Skotlandia, kegiatan olah raga mesti menggunakan area lokal atau setempat. Sehingga tidak ada kegiatan mengemudi. Dan di Wales, boleh mengemudikan mobil menuju tempat berolahraga jika benar-benar diperlukan, dan mesti sedekat mungkin dengan rumah si pengguna mobil.

Nah, dengan dibolehkannya warga Inggris untuk mengemudikan mobil setelah pelonggaran lockdown, tentu akan mendatangkan konsekuensi. Bila mereka menyetir hanya di wilayah negaranya, yaitu England, pasti tidak bermasalah.

Jauh di masa sebelum pandemi Covid-19, Suara.com memiliki pengalaman kerap bepergian melewati batas wilayah negara dalam lingkup United Kingdom. Seperti contohnya bila dari England mengemudi ke arah ke barat dan melintasi Severn Bridge, maka sudah tiba di negara Wales. Atau menuju utara melewati kota-kota Scottish Borders, sudah pasti sampai di negara Skotlandia. Di antara perbatasan-perbatasan itu tidak ditempatkan border control atau check point untuk pengecekan.

Kini, di masa pandemi Covid-19 tentu akan beda perlakuannya. Persoalan bisa muncul bila mengemudikan mobil melewati batas wilayah negara.  Pasalnya setiap negara menerapkan aturan yang kurang lebih mirip Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB ala Indonesia, dalam kapasitas berbeda-beda. Sehingga bukannya tidak mungkin berurusan dengan polisi serta dikenai denda. Dan di sisi lain, mungkin akan dibangun semacam pos border control?


Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama cuci tangan rutin. Dengan pengertian saling bantu dan saling dukung, kita bisa mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lockdown Dua Bulan, Ini Kebijakan Berkendaraan di Inggris

Lockdown Dua Bulan, Ini Kebijakan Berkendaraan di Inggris

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2020 | 18:10 WIB

Sebelum Kurva Covid-19 Melandai, Lockdown Terus Berlaku di Britania Raya

Sebelum Kurva Covid-19 Melandai, Lockdown Terus Berlaku di Britania Raya

News | Kamis, 16 April 2020 | 16:45 WIB

PSBB di Jakarta Tidak Berlaku Ganjil Genap, di London Tanpa ULEZ

PSBB di Jakarta Tidak Berlaku Ganjil Genap, di London Tanpa ULEZ

Otomotif | Senin, 13 April 2020 | 12:35 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×