Efek Virus Corona, Rental Motor Malah Jadi Primadona, Kok Bisa?

Irwan Febri Rialdi | Cesar Uji Tawakal
Efek Virus Corona, Rental Motor Malah Jadi Primadona, Kok Bisa?
Ilustrasi motor. (Unsplash/Daniele Fantin)

Akankah hal serupa terjadi di tanah air?

Suara.com - Pandemi virus corona rupanya membuat orang-orang di berbagai belahan dunia merasa sungkan untuk naik kendaraan umum.

Akibatnya, alat transportasi alternatif kini mulai menjamur, seperti halnya yang terjadi di Inggris.

Dilansir dari Visordown, saat ini mulai bermunculan perusahaan rental motor, salah satunya Wheels to Work.

Perusahaan ini menyewakan beragam jenis motor mulai dari motir matik hingga motor bertransmisi manual 125cc.

Ilustrasi motor listrik VMoto. [VMoto.com]
Ilustrasi motor listrik VMoto. [VMoto.com]

Wilayah operasi mereka berada di Oxfordshire, Northamptonshire, Bedfordshire, Buckinghamshire, Warwickshire, dan Berkshire.

Perusahaan ini menyasar pelajar, mahasiswa, dan juga pekerja.

Wheels to Work juga menjadi jawaban bagi mereka yang daerahnya tidak terjangkau oleh transportasi umum.

Tarif sewanya, untuk motor seperti Yamaha YS125 akan dikenai biaya 72 poundsterling atau sekitar Rp 1,2 juta per pekan.

Lalu untuk motor matik seperti Piaggio Liberty, tarifnya sekitar 50 poundsterling atau sekitar Rp 880-an ribu per pekan.

Kalau di Indonesia, uang tersebut tentu cukup mengajukan kredit motor atau untuk membayar cicilan motor per bulan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS