Pandemi COVID-19 Dinilai Percepat Pengembangan Mobil Ramah Lingkungan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pandemi COVID-19 Dinilai Percepat Pengembangan Mobil Ramah Lingkungan
Regent Street, salahh satu ruas bermobil di London. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Britania Raya bertekad mengurangi polusi udara, dan situasi pandemi COVID-19 menjadi saat transisi pemakaian kendaraan bermotor.

Suara.com - Departemen Transportasi Inggris mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 menghadirkan peluang mempercepat pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Dalam sebuah pidato bertema Low Carbon Vehicle Partnership (LowCVP), Sekretaris Transportasi Inggris, Grant Shapps menyampaikan bahwa COVID-19 telah memberi pihaknya kesempatan unik untuk memikirkan kembali cara masyarakat bepergian. Hal ini mempercepat pengembangan teknologi ramah lingkungan.

"Coronavirus telah mengubah kita, sama seperti telah mengubah dunia kita," kata Grant Shapps, dikutip dari Autocar.

Sosok Jaguar I-Pace EV400 AWD, mulai grille sampai velg [Suara.com/ukirsari Ingram].
Sosok Jaguar I-Pace EV400 AWD, sebagai contoh mobil bertenaga listrik. Sebagai ilustrasi  [Suara.com/CNR ukirsari Ingram].

Ia menambahkan, revolusi transportasi ramah lingkungan yang telah dibahas selama bertahun-tahun saat ini benar-benar terjadi. Bahkan pemerintah telah mengucurkan dana yang tidak sedikit agar masyarakat lebih memilih bersepeda dan menghindari transportasi umum.

Selain itu, ada juga kesempatan untuk melakukan revisi terkait aturan mobil ramah lingkungan. Menurut Grant Shapps, generasi sekarang inilah yang akan mendorong bertransisi dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke transportasi nol karbon. Di antaranya adalah mobil listrik.

"Dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah akan memberikan dukungan penuh untuk mencapai tujuan nol emisi. Selain membangun infrastruktur, kami juga berinvestasi dalam transportasi modern," ungkap Grant Shapps.

Britania Raya mentargetkan udara bersih atau nol emisi pada 2050. Sementara para aktivis iklim memperingatkan bahwa tenggat waktu 2040 sudah terlambat jika ingin serius mencapai tujuan itu.

Kondisi mesti segera tercapainya era bebas polusi itulah yang membuat para aktivis mendorong Britania Raya untuk bergerak lebih cepat. Caranya dengan menurunkan target ke 2030.

Sementara itu, aliansi perdagangan mobil Britania Raya berpendapat bahwa batas waktu 2035 tidak realistis, dan permintaan konsumen untuk kendaraan alternatif belum bisa terpenuhi. Dampaknya akan terasa pada penjualan kendaraan baru.

Namun di saat ini, Sadiq Khan, Wali Kota London telah menyediakan zona khusus bagi mobil dan sepeda motor yang menggunakan bahan bakar konvensional yaitu Bahan Bakar Minyak Bumi atau BBM. Aturan ini memperbolehkan warga London berpenghasilan kurang dan para difabel menggunakan kendaraan berusia tua atau buatan lama.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS