Populasi Kelas Menengah Dukung Prospek Industri Otomotif

RR Ukirsari Manggalani
Populasi Kelas Menengah Dukung Prospek Industri Otomotif
Suasana usai seremoni IIMS 2019 di JIExpo Kemayoran Jakarta. Sebagai ilustrasi pasar otomotif Nasional tahun lalu [Suara.com/Arief Hermawan].

Pemasaran sempat menurun pada Mei 2020 namun mulai membaik pada Juni diharapkan menjadi sinyal bagus untuk pasar Nasional.

Suara.com - Dalam masa pandemi COVID-19, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan bahwa pertumbuhan industri otomotif Nasional masih bakal menunjukkan geliat yang cukup atraktif.

Dikutip dari kantor berita Antara yang menghubungi Putu Juli Ardika pada Minggu (19/7/2020), pertumbuhan industri otomotif Nasional hal ini didorong pertumbuhan jumlah kelas menengah rata-rata sebesar 12 persen per tahun sesuai laporan Bank Dunia.

"Di samping itu, dalam laporan Bank Dunia itu, jumlah kelas menengah di Indonesia pada 2018 telah menembus 30 persen dan angka ini meningkat pada 2019, mendekati separuh dari populasi penduduk Indonesia atau sekitar 115 juta penduduk saat ini masuk dalam kategori kelas menengah," jelasnya.

Perkembangan jumlah kelas menengah menjadi elemen utama penggerak roda produksi kendaraan bermotor di Indonesia. Selain itu, didukung gencarnya pembangunan infrastruktur jalan tol dan jalan umum dalam beberapa tahun terakhir, sert rasio kepemilikan kendaraan bermotor roda empat di Indonesia yang masih relatif rendah yaitu 87 kendaraan per 1.000 penduduk.

Pada 2019, produksi kendaraan roda empat mencapai 1,28 juta unit kendaraan (setara 13,17 miliar dolar Amerika Serikat atau AS), alias turun 4,2 persen dari tahun sebelumnya.

Namun demikian, kinerja ekspor kendaraan bermotor tahun 2019 baik dalam bentuk CBU (Completely Built-In) maupun CKD (Completely Knock-Down) mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Yaitu ekspor CBU mencapai 332 ribu unit, atau meningkat 25,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara ekspor CKD sebanyak 511 ribu unit atau meningkat 523 persen dari tahun sebelumnya.

Pada 2019, mobil jenis Multi-Purpose Vehicle atau MPV di bawah 1500cc leading, mencapai 442 ribu unit atau menyumbang sekitar 43 persen dari total penjualan Nasional, dan jenis kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) di bawah 1.200cc mencapai 217 ribu unit atau menyumbang sekitar 21 persen dari total penjualan nasional.

Putu Juli Ardika menyatakan sampai saat ini Indonesia memiliki 22 perusahaan industri kendaraan roda empat atau lebih yang memiliki fasilitas perakitan dan atau manufaktur di dalam negeri dengan kapasitas produksi sekitar 2,2 juta unit per tahun. Dan mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 75 ribu orang serta tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS