Sepeda Motor Pakai Oli atau Pelumas Mobil, Amankah?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Sepeda Motor Pakai Oli atau Pelumas Mobil, Amankah?
Deretan pelumas dari berbagai merek. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Berikut wacana penggunaan oli yang tidak sesuai peruntukannya. Yaitu oli mobil untuk sepeda motor. Hasilnya begini.

Suara.com - Pelumas kendaraan bermotor atau oli memiliki peran yang sangat penting dalam dunia otomotif. Mau sepeda motor ataupun mobil penumpang dan komersial, semua membutuhkannya. Fungsinya untuk melumasi sebagai komponen menjadikan cairan ini bagian dari kebutuhan utama yang harus ada.

Namun, masih ada saja pengguna yang salah paham mengenai penggunaan pelumas ini. Semisal oli mobil digunakan untuk sepeda motor. Mereka beranggapan perannya bisa menggantikan oli motor, bahkan memberikan performa lebih bagus.

Ilustrasi pelumas sepeda motor. [Shutterstock]
Ilustrasi pelumas sepeda motor. [Shutterstock]

Padahal seperti dikutip dari laman Deltalube, oli sepeda motor yang diganti oli mobil akan menimbulkan efek sangat merugikan. bahkan berpotensi menyebabkan kerusakan. Mengapa oli mesin dibedakan, karena pada umumnya motor dan mobil memiliki perbedaan pada bagian kopling.

Berikut wacananya:

  • Mobil menggunakan kopling berjenis kering, sehingga kopling tidak direndam di dalam oli. Sedangkan untuk motor, kopling motor terendam oleh cairan ini. Oleh karena itu tingkat pelumasan pada oli menjadi salah satu faktor penentu untuk penggunaan sepeda motor.
  • Ketika menggunakan oli untuk mobil sebagai pengganti oli motor, maka yang terjadi adalah selip kopling. Akibatnya performa motor jadi terganggu, dan muncul berbagai permasalahan mesin.
  • Ketika motor sedang melaju pada kecepatan tinggi, tanjakan ataupun beban berat akan menyebabkan gas yang terlambat karena ada selip yang terjadi di dalam kopling.
  • Oleh karena itu, sudah seharusnya menggunakan oli khusus motor yang dapat menampung kinerja motor secara maksimal.

Mengapa oli mesin dan motor harus dibedakan?

  • Pertama, mesin mobil lebih besar jika dibandingkan dengan mesin motor. Perbedaannya terlihat dari RPM-nya. Jika di mobil RPM-nya tidak terlalu tinggi sebab mesinnya lebih besar, motor dengan kondisi mesin yang lebih kecil tentunya memiliki RPM yang lebih tinggi dan berefek pada putaran motor yang lebih tinggi.
  • Selanjutnya adalah tingkat tekanan oli. Seperti yang sudah diketahui, putaran mobil yang lebih tinggi membuat tingkat tekanan oli lebih tinggi sehingga sistem pendinginan mesin motor tidak sama seperti mobil.
  • Mobil menggunakan radiator untuk mendinginkan mesinnya, sedangkan sistem pendinginan motor terbagi dua, yaitu radiator dan angin. Dalam kondisi macet, motor yang menggunakan sistem pendingin angin akan membuat tingkat tekanan oli motor meningkat, akibat panas yang ekstrem di Indonesia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS