Amankah Mencampur Bahan Bakar untuk Sepeda Motor?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Amankah Mencampur Bahan Bakar untuk Sepeda Motor?
Mekanik bengkel sepeda motor saat menguras tangki bensin. (Suara.com/Cesar Uji Tawakal)

Mesin sepeda motor ngelitik? Mungkin ini penyebabnya, gonta-ganti bahan bakar dengan oktan berbeda.

Suara.com - Saat ini, ada dua jenis bahan bakar digunakan masyarakat Indonesia untuk kendaraan roda dua mereka. Yaitu Pertalite dan Pertamax. Keduanya memiliki perbedaan harga, karena kandungan oktan yang ada di masing-masing bahan bakar juga tidak sama.

Karena kandungan oktan yang berbeda ini, Pertamax dianggap lebih baik pengaruhnya terhadap mesin dibandingkan Pertalite.

Sebagian pengguna juga menyesuaikan kondisi kantong. Jika sedang ada uang lebih, mereka memilih Pertamax, dan sebaliknya, Pertalite menjadi pilihan alternatif.

Tanpa disadari, terjadinya penggantian bahan bakar ini akan membuat kedua jenis petrol tadi tercampur di dalam tangki. Karena saat pergantian tidak menunggu tangki benar-benar kosong.

Ilustrasi tangki bensin sepeda motor. [Shutterstock]
Ilustrasi tangki bensin sepeda motor. [Shutterstock]

Apakah kebiasaan ini akan berdampak buruk? Yaitu sering mencampur penggunaan Pertamax dan Pertalite?

Melansir Wahana Honda, Dealer dan Distributor Resmi Honda, sejumlah ahli teknik mesin menyatakan bahwa mencampur Pertalite dan Pertamax bisa menghasilkan efek buruk pada mesin.

Alih-alih mendapatkan oktan yang lebih tinggi, justru akan menghilangkan sejumlah fitur tambahan yang ada di Pertamax. Contohnya, Pertamax memiliki kandungan berkemampuan membersihkan kerak pada mesin. Jika dicampur zat lain maka kemampuan akan hilang.

Proses pembakaran juga tidak berjalan dengan optimal dan semestinya, karena kedua bahan yang berbeda akan saling bercampur. Untuk jangka lama, mesin akan mengalami knocking atau ngelitik.

Selain itu, sejumlah kendaraan terbaru memiliki sensor deteksi bahan bakar yang lebih canggih. Sensor ini akan mendeteksi jika bahan bakar memiliki kandungan yang bukan semestinya. Bila ada pencampuran bahan bakar berbeda, indikator akan menyala.

Jelasnya, sangat tidak dianjurkan untuk mencampurkan kedua bahan bakar karena akan menurunkan performa mesin bahkan bisa berdampak buruk berupa kerusakan mesin untuk pemakaian jenis petrol bergantian dalam jangka panjang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS