Pangkas Pajak, Harga Mobil Listrik di Negera Ini Hanya Rp 300 Jutaan?

Dythia Novianty, Manuel Jeghesta Nainggolan

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 09:45 WIB
Pangkas Pajak, Harga Mobil Listrik di Negera Ini Hanya Rp 300 Jutaan?
Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock).

Suara.com - Pemerintah Thailand terus mendorong laju penjualan kendaraan listrik, dengan cara memangkas pajak terhadap kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Salah satunya, pemerintah negeri Gajah Putih itu berencana mengurangi bea masuk suku cadang otomotif yang digunakan untuk merakit kendaraan listrik di Thailand.

Bahkan, saat ini pemerintah Thailand telah menginstruksikan Kementerian terkait untuk melakukan studi kelayakan terkait opsi pengurangan pajak. Hasil yang didapat, kemudian akan diteruskan ke Komite Kebijakan Kendaraan Listrik Nasional untuk dipertimbangkan lebih lanjut pada akhir Oktober.

Dengan kebijakan perpajakan yang tepat, Menteri Perindustrian Thailand, Suriya Jungrungreangkit memperkirakan, permintaan kendaraan listrik akan jauh meningkat. Pasalnya, harga kendaraan listrik saat ini dianggap masih terlalu tinggi.

Ilustrasi Thailand (Photo by Geoff Greenwood on Unsplash)
Ilustrasi Thailand (Photo by Geoff Greenwood on Unsplash)

"Peningkatan adopsi kendaraan listrik juga akan membantu negara dalam upaya untuk mengurangi polusi yang dikeluarkan oleh mobil bertenaga bensin. Di mana masalah polusi, telah melanda ibu kota negara dalam jangka waktu lama," ujar Suriya Jungrungreangkit, dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (10/10/2020).

Saat ini, kendaraan listrik yang dirakit secara penuh (CBU) di dalam negeri, masih dikenakan bea masuk sebesar 80 persen. Suriya juga mencatat faktor lain yang menjadi bahan pertimbangan.

Seperti meningkatkan jumlah model kendaraan listrik di Thailand dan membuat harganya jauh lebih terjangkau. Dengan demikian, masyarakat bisa membeli kendaraan listrik dengan harga 700.000 -800.000 baht atau setara Rp 331 hingga 378 jutaan.

"Nanti, kita tahu berapa pajak yang harus dipotong agar harga kendaraan listrik setara dengan mobil bermesin pembakaran," kata Suriya.

Selain rencana pemangkasan pajak, pemerintah Thailand juga akan berusaha membuka beberapa peluang lain, yang nantinya diharapkan kendaraan listrik bisa menyumbang 750.000 unit atau 30 persen dari total produksi mobil 2,5 juta unit pada 2030.

baca juga
Sebuah mobil listrik sedang mengisi ulang baterainya. [Shutterstock]
Ilustrasi sebuah mobil listrik sedang mengisi ulang baterainya. [Shutterstock]

"Ini akan memberikan insentif kepada perusahaan yang berinvestasi di baterai atau fasilitas manufaktur kendaraan listrik di Thailand," tutup Suriya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raksasa Mobil Listrik Tesla Dekati Indonesia Untuk Berinvestasi

Raksasa Mobil Listrik Tesla Dekati Indonesia Untuk Berinvestasi

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2020 | 15:46 WIB

Kabar Gembira, Pemerintah Indonesia Percepat Infrastruktur Mobil Listrik

Kabar Gembira, Pemerintah Indonesia Percepat Infrastruktur Mobil Listrik

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2020 | 05:59 WIB

Dukung Transportasi Umum, Pemerintah Percepat Infrastruktur Mobil Listrik

Dukung Transportasi Umum, Pemerintah Percepat Infrastruktur Mobil Listrik

Jakarta | Minggu, 04 Oktober 2020 | 21:15 WIB

Pemerintah Percepat Infrastruktur Mobil Listrik, Dukung Transportasi Umum

Pemerintah Percepat Infrastruktur Mobil Listrik, Dukung Transportasi Umum

Otomotif | Minggu, 04 Oktober 2020 | 21:05 WIB

Fokus ke Mobil Listrik, Honda Tinggalkan Ajang F1

Fokus ke Mobil Listrik, Honda Tinggalkan Ajang F1

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 22:35 WIB

Volkswagen Pastikan Mobil Listrik Adalah Masa Depan

Volkswagen Pastikan Mobil Listrik Adalah Masa Depan

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 22:19 WIB

Terkini

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Sport | Senin, 21 September 2026 | 22:26 WIB

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:20 WIB

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Banten | Senin, 21 September 2026 | 22:14 WIB

×