Rencana Relaksasi Pajak Ditolak, Honda Berharap Penjualan Segera Pulih

Selasa, 20 Oktober 2020 | 20:30 WIB
Rencana Relaksasi Pajak Ditolak, Honda Berharap Penjualan Segera Pulih
Booth Honda di dalam gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) [Dok PT HPM].

Suara.com - Rencana relaksasi pajak nol persen atau 0% untuk pembelian mobil baru sedikit banyak mempengaruhi penjualan. Menurut Yusak Billy, Business Inovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), saat rencana ini digaungkan, ada dua tipe konsumen bisa dijumpai.

Pertama, mereka yang menunggu aturan konkret atau detailnya. Kedua adalah mereka melakukan booking terlebih dahulu namun tidak mau retail.

"Terus terang kami tidak bisa melihat berapa banyak tipe yang pertama. Tipe yang kedua booking SPK (Surat Permintaan Kendaraan) namun tidak closing ritel mencapai 30-40 persen. Kalau yang pertama saya tidak ada data," papar Yusak Billy, saat bincang virtual bersama awak media.

Lebih lanjut, ia berharap, dengan ditolaknya rencana pajak nol persen untuk mobil baru kondisinya bisa kembali normal.

Juara pertama Desain Honda Brio Virtual Modification, Muhammad Haekal Shafi [PT Honda Prospect Motor].
Honda Brio menjadi produk andalan Honda termasuk saat pandemi COVID-19. Berikut muncul dalam kejuaraan virtual. Tampak karya Juara pertama Desain Honda Brio Virtual Modification, Muhammad Haekal Shafi. Sebagai ilustrasi produk [PT Honda Prospect Motor].

"Kalau di ambang DP (down payment) sekarang kembali normal, dulu sempat berada di rentang 40 -50 persen. Banyaknya insentif pemerintah untuk lembaga pembiayaan itu turun 20 - 25 persen, bahkan ada yang 15 persen," terang Yusak Billy.

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa saat ini pihaknya tidak berencana menerapkan pajak nol persen untuk mobil baru karena sudah ada insentif yang akan diberikan kepada industri keseluruhan.

"Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru sebesar nol persen seperti yang disampaikan industri maupun Kementerian Perindustrian," jelasnya dalam jumpa pers virtual Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara atau APBN edisi Oktober di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Menurutnya, setiap insentif yang diberikan akan dievaluasi lengkap agar pemberian insentif tidak memberi dampak negatif kepada kegiatan ekonomi lainnya.

Baca Juga: Usulan Pajak Nol Persen Sebenarnya Hanya untuk Jenis Mobil Tertentu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI