alexametrics

Pandemi COVID-19 Berpeluang Mengangkat Penjualan Kendaraan Listrik

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pandemi COVID-19 Berpeluang Mengangkat Penjualan Kendaraan Listrik
Blue Bird luncurkan armada taksi produksi Tesla dan BYD. Sebagai ilustrasi mobil listrik kebutuhan armada atau fleet (Suara.com/Achmad Fauzi)

Bila dahulu penggunaan kendaraan listrik marak dalam bentuk fleet atau armada, kini trend bergeser ke arah ini.

Suara.com - Presiden Tata Motors, Shailesh Chandra mengatakan bila kendaraan listrik berpotensi mengalami peningkatan penjualan di tengah situasi pandemi COVID-19. Kondisi ini termasuk sebagai dampak virus Corona di sektor otomotif.

Hal ini dianggap tidak lepas dari perubahan pola pikir masyarakat yang jadi lebih peduli terhadap keselamatan dan lingkungan yang lebih bersih.

"Industri otomotif telah melihat transformasi yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Mulai prosedur pengoperasian baru hingga dorongan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mobilitas pribadi. Dan dorongan ini hanya akan membantu mendorong penjualan kendaraan listrik di era pasca COVID-19," kata Shailesh Chandra, dikutip dari Car and Bike.

Ia menambahkan, masa sebelum COVID-19, industri kendaraan listrik tumbuh terutama karena adopsi dari segmen armada atau fleet. Namun pasca pandemi, segmen perorangan justru mengalami peningkatan yang signifikan.

Baca Juga: Eropa Perkuat Infrastruktur untuk Optimalkan Penjualan Mobil Listrik

Layanan beli mobil saat COVID-19 di China [Carscoops].
Ilustrasi layanan beli mobil saat COVID-19 di China [Carscoops].

Walaupun tidak bisa dipungkiri, sempat terjadi penurunan pertumbuhan. Situasi ini dikarenakan kebijakan bekerja dari rumah yang diterapkan oleh perusahaan.

"Mobilitas pribadi mendapatkan daya tarik lebih tinggi dari mobilitas bersama. Utamanya mengedepankan kesejahteraan pribadi dan masalah keamanan. Dan kami juga menyaksikan pergeseran pola pikir masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih," tutup Shailesh Chandra.

Pernyataan bos Tata Motors itu senada dengan temuan survei mobilitas pribadi mobil dan motor yang dilakukan awal tahun ini. Survei dilakukan untuk menilai dampak pandemi terhadap sektor otomotif dan menyimpulkan bahwa perjalanan dengan mobil pribadi akan meningkat 15 persen.

Survei ini juga mengatakan bahwa akan ada permintaan yang lebih tinggi untuk kendaraan bekas di masa mendatang, terlebih lagi, dari bisnis yang didukung OEM (Original Equipment Manufacturer). Hal itu mendorong para produsen otomotif untuk lebih giat memasuki sektor mobil bekas.

Baca Juga: Siap Luncurkan Produk Mobil Listrik, Ford Meraup Laba Besar Kuartal Ini

Komentar