alexametrics

Tren Mobil Listrik Beri Dampak pada Harga Minyak Dunia

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Tren Mobil Listrik Beri Dampak pada Harga Minyak Dunia
Sebuah mobil listrik di Chongqing, China tengah mengisi ulang baterai. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Dua negara yang menggunakan mobil listrik, hasilnya begini. Jangan heran, 15 tahun lagi biaya perawatan mobil konvensional bikin pusing.

Suara.com - Meningkatnya tren mobil listrik diperkirakan akan turut berdampak terhadap permintaan minyak dunia. Hal ini menjadi wajar karena mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) tidak lagi memerlukan bahan bakar seperti mobil konvensional. Sementara hybrid hanya menggunakan bensin dalam kapasitas kecil.

Mengutip dari Paultan, dengan semakin banyaknya pengguna mobil listrik di berbagai negara, diprediksi akan membuat permintaan minyak dunia menyusut hingga 70 persen.

Dalam sebuah studi yang dirilis Carbon Tracker soal trend biaya mobil bertenaga listrik, diperlihatkan bahwa adanya peralihan ke mobil listrik membuat China bisa menghemat hingga 80 juta dolar per tahun pada 2030.

Saat ini, impor minyak mentah memiliki porsi 1,5 persen dari GDP (Gross Domestic Product) China dan juga 2,6 persen dari GDP India. Kedua negara ini telah mengurangi ketergantungan dalam mengimpor minyak.

Ilustrasi kilang minyak (Shutterstock).
Ilustrasi kilang minyak (Shutterstock).

Hal ini tidak lepas dari berbagai insentif yang ditawarkan kedua negara agar masyarakat segera beralih ke mobil listrik. Namun demikian, biaya pembangunan infrastruktur mobil listrik di tiap negara memang tidak kalah mahal.

Baca Juga: Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasi Mobil Listrik Lexus UX 300e

Biaya yang harus dikeluarkan pemerintah setempat diperhitungkan akan segera balik modal seiring trend mobil listrik itu sendiri. Terlebih bila harga mobil listrik dapat lebih terjangkau. Dengan demikian mobil bertenaga listrik lebih bisa dijangkau lebih banyak orang.

"Ini pilihan sederhana, negara memilih akan terus bergantung pada minyak mentah yang mahal dari sisi produksi karena kartel asing atau memproduksi mobil listrik yang harganya diprediksi akan menurun seiring dengan berjalannya waktu," jelas Kingsmill Bond, Carbon Tracker Energy Strategy dan Lead Report Author.

Seperti diketahui harga baterai kendaraan listrik sudah turun sebesar 20 persen dalam satu dekade terakhir. Hal ini juga bisa menjadi pendorong turunnya harga mobil listrik.

Dalam sebuah analisis, diprediksi dalam 15 tahun ke depan biaya untuk mengoperasikan mobil bensin bakal 10 kali lipat lebih mahal ketimbang mobil bertenaga listrik.

Baca Juga: Mantap, Toyota Siap Produksi Lokal Kendaraan Hybrid Mulai 2022

Komentar