alexametrics

Konsep Ramah Lingkungan, Daihatsu Hadirkan Oli Mobil Kemasan Baru 3.5L

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Konsep Ramah Lingkungan, Daihatsu Hadirkan Oli Mobil Kemasan Baru 3.5L
Program Rapid Service dari Daihatsu Indonesia. Sebagai ilustrasi aktivitas servis rutin mobil, termasuk ganti oli [PT Astra Daihatsu Motor].

Ditakar sesuai kebutuhan, sehingga tak perlu ada sisa untuk disimpan segala.

Suara.com - Daihatsu kembali meluncurkan DGO (Daihatsu Genuine Oil) dengan kemasan baru. Bila sebelumnya tersedia dalam kemasan 1L x 4 botol, kini ukuran fit (3.5L) dalam 1 botol.

"Melalui peluncuran DGO 3.5L ini, pelanggan bisa memanfaatkannya dengan menikmati berbagai benefit, mulai sisi ekonomisnya, serta promo khusus dengan diskon setengah harga," jelas Anjar Rosjadi, Service Parts Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), dalam bincang virtual, baru-baru ini.

"Kami berharap, pelanggan dapat merawat mesin mobil Daihatsu kesayangannya dengan berbagai benefit ini, serta memberikan rasa peace of mind dalam beraktivitas," lanjutnya.

Kemasan baru ini dibuat khusus untuk pelanggan Daihatsu agar lebih hemat 17 persen untuk semua varian, sehingga lebih ramah kantong alias lebih ekonomis. Untuk DGO 3.5L ini, Daihatsu berikan varian 0W-20 SN dalam banderol Rp400.000, atau hemat Rp80.000 dibandingkan pembelian ukuran 1L dalam 4 botol yang dipatok Rp480.000.

Baca Juga: Rolls-Royce Cullinan Ini Banderolnya Hanya Rp450 Juta

Pelumas atau oli buatan Daihatsu dengan kemasan ekonomis serta volume tepat [PT Astra Daihatsu Motor].
Pelumas atau oli buatan Daihatsu dengan kemasan ekonomis serta volume tepat [PT Astra Daihatsu Motor].

Begitu juga dengan varian 5W-30 SN berbanderol Rp325.000 (hemat Rp63.000), dan 10W-40 SN menjadi seharga Rp270.000 (hemat Rp50.000). Selain lebih hemat, DGO 3.5L juga lebih ramah lingkungan dengan kemasan ecopack.

Anjar juga mengatakan, kehadiran kemasan 3.5L sengaja dibuat agar tidak banyak oli berlebih saat pemakaian. Pasalnya, saat pembelian biasanya ada kelebihan produk yang disimpan sampai pergantian berikutnya. Padahal saat kemasan sudah dibuka dan disimpan lama, kualitas oli sebenarnya menjadiberbeda.

"Jadi kita sengaja hadirkan yang pas. Pelanggan juga jadi punya lebih banyak pilihan," tutup Anjar Rosjadi.

Komentar