alexametrics

Umumkan Masa Depan, Jaguar Land Rover Coret Ribuan Bidang Kerja

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Umumkan Masa Depan, Jaguar Land Rover Coret Ribuan Bidang Kerja
Sosok Jaguar I-Pace EV400 AWD, sebagai ilustrasi produk Jaguar bertenaga listrik dalam suatu pameran di Singapura [Suara.com/ukirsari-Nicholas Ingram].

Lapangan kerja Jaguar Land Rover mengalami pengurangan? Ini wacananya.

Suara.com - Beberapa saat lalu, Jaguar Land Rover yang bermarkas di Midlands, Inggris, Britania Raya mengumumkan "Reimagine". Konsep perusahaan ini dalam menapak masa depan. Yaitu bakal memproduksi mobil listrik. Kekinian, ada kabar baru mengejutkan. Ribuan bidang kerja bakal dicoret karena keputusan mengubah haluan ini.

Rabu (17/2/2021), Jaguar Land Rover (JLR), mengumumkan akan memangkas 2.000 bidang kerja dari para karyawan bergaji global.

Terasa mengejutkan, karena sebelumnya Jaguar Land Rover memberikan pernyataan soal Reimagine, siap meluncurkan produk bertenaga listrik pada 2025, dan beralih secara total pada 2030.

"Peninjauan penuh atas organisasi Jaguar Land Rover sedang berlangsung," kata perusahaan kepada para tenaga kerja melalui surat elektronik, dikutip dari Hindustan Times.

Baca Juga: Tesla Incorporation Bikin Pabrik di India, Ini Nama Pabrik dan Lokasinya

Tahun depan Jaguar Land Rover siap luncurkan Land Rover Defender 90 dan 110 [Jaguar Land Rover via ANTARA Foto].
 Land Rover Defender 90, sebagai ilustrasi produk Land Rover yang akan hadir dalam versi listrik [Jaguar Land Rover via ANTARA Foto].

"Kami akan mengantisipasi pengurangan bersih sekitar 2.000 orang dari tenaga kerja bergaji global kami di tahun keuangan berikutnya," lanjut pernyataan itu.

Namun dalam surat elektronik juga dijelaskan bila tinjauan organisasi tidak berdampak pada karyawan pabrik yang dibayar per jam.

Kekinian, Jaguar Land Rover yang berada di bawah Tata Motors India, menyebutkan bahwa merek Land Rover akan meluncurkan enam model listrik sepenuhnya dalam rentang waktu lima tahun ke depan. Dimana model pertama akan diluncurkan pada 2024.

Sementara untuk Jaguar sendiri, dikenal semakin meroket saat menggarap model E-Type yang ikonik dan berperforma tinggi pada era 1960-an sampai 1970-an. Seperti carmaker lainnya, Jaguar menghadapi tantangan yang sama saat beralih ke produksi kendaraan listrik.

Sementara Tata Motors tercatat telah mengalami kerugian tiga kuartal berturut-turut karena krisis Covid-19 yang merusak penjualan industri otomotif secara global.

Baca Juga: Jelang Peluncuran, Hyundai Rilis Foto Interior IONIQ 5

Komentar