alexametrics

Bermodal Printer 3D, Restorasi Harley-Davidson Tahun 1919 Ini Ciamik Pol

Cesar Uji Tawakal
Bermodal Printer 3D, Restorasi Harley-Davidson Tahun 1919 Ini Ciamik Pol
Restorasi Harley-Davidson 1919. (rideapart.com)

Printer ini bisa mencetak ulang komponen langka yang susah dicari.

Suara.com - Perlahan tapi pasti, kehadiran printer tiga dimensi pada beberapa tahun terakhir mulai membawa imbas besar, termasuk di dunia otomotif.

Kehadiran piranti cetak ini pun memungkinkan untuk dilakukannya restorasi motor klasik yang komponennya sudah serba punah, seperti Harley-Davidson (HD) yang satu ini.

Dilansir dari RideApart (6/5/2021), seorang fans HD asal Belanda mendapat sebuah motor klasik edisi tahun 1919. Restorasi pun dilakukan secara telaten dalam waktu yang tak sekejap, yakni hampir 50 tahun.

Namun pada akhirnya dia sampai pada titik di mana dia harus berpikir kreatif untuk mengganti satu bagian yang sulit dicari penggantinya.Orang ini pun menghubungi Carl van de Rijzen dari Visual First di Belanda, sosok yang dikenal karena membuat item 3D.

Baca Juga: Viral Pengendara Motor Adu Jotos di Jalanan Kota Bandung

Van de Rijzen, sebaliknya, sering berkolaborasi dengan Edwin Rappard dari 4C Creative CAD CAM Consultants untuk berhasil mencetak 3D komponen yang dia pindai.

Ini adalah tantangan yang unik. Mereka memiliki komponen yang bernama Distributor Cap asli yang rusak untuk dipindai, tetapi bagian dari komponen asli ini telah putus.

Restorasi Harley-Davidson 1919. (rideapart.com)
Restorasi Distributor Cap Harley-Davidson 1919. (rideapart.com)

Untungnya, bagian yang rusak itu dapat ditiru seperti saat kondisi masih utuh, dan bukan bentuk unik lainnya.

Mereka berhasil menghasilkan bagian replika cetak 3D yang sesuai dengan bahan pengganti polimer.

Ini adalah solusi yang sangat modern untuk masalah kuno. Kabar mengenai restorasi ini pun menandakan adanya potensi besar mesin cetak tiga dimensi di ranah industri otomotif.

Baca Juga: Polda DIY Kembalikan 19 Motor Hasil Ranmor Kelompok Lampung ke Pemiliknya

Komentar