alexametrics

Kondisi Ban Tidak Standar Jadi Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol

RR Ukirsari Manggalani
Kondisi Ban Tidak Standar Jadi Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Ilustrasi mengganti ban mobil [Shutterstock]

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol agar memperhatikan kondisi kendaraan yang digunakan.

Suara.com - PT Jasa Marga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi fisik kendaraan terutama ban, karena sebagian besar penyebab kecelakaan di jalan tol disebabkan bagian ini tidak standar.

"Sebagian besar kecelakaan di tol karena ban pecah," kata Manajer Lalu Lintas Regional Jasamarga Nusantara Tollroad Area Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Agus Rianto, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, pada Senin (17/5/2021).

Penyebab pecah ban, berdasarkan keterangannya bisa dikarenakan muatan yang berlebihan, sehingga membuat ban bekerja ekstra di luar batas kemampuannya.

"Inilah kejadian yang sering tiba-tiba terjadi. Ban meletus, karena tidak kuat menahan batas berat muatan," katanya.

Jalan Tol Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) (Antara)
Jalan Tol Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ). Sebagai ilustrasi jalan tol (Antara)

Untuk itu para pengendara disarankan memperhatikan indeks kecepatan dan indeks muatan pada ban mobil, guna meminimalisir terjadinya pecah ban.

"Usahakan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan. Karena tiap ban mobil memiliki ketahanan atau batasan yang berbeda-beda," tukas Agus Rianto.

Selain itu, pengemudi sebaiknya rutin melakukan pengecekan fisik ban. Karena mengetahui kerusakan sejak dini akan lebih baik, sehingga bisa dengan cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati.

Sebagai catatan pengguna jalan tol, Pihak Jasa Marga telah menyediakan tempat pemeriksaan ban dan stasiun pengisian angin di sejumlah Gerbang Tol (GT), guna memastikan keamanan pengendara yang akan melintasi jalan tol.

"Ada stasiun pengisian angin baru di Gerbang Tol Tebing Tinggi, Gerbang Tol Lubuk Pakam dan Gerbang Tol Kemiri, dan dilanjutkan penyediaan di seluruh gerbang tol MKTT," katanya mencontohkan lokasi di GT Sumatera Barat.

Agus Rianto menambahkan bahwa tiap pengemudi sebaiknya tidak panik apabila menghadapi kejadian pecah ban ataupun kerusakan lainnya saat berada di jalan tol.

"Karena para petugas selalu bersiaga guna memastikan keamanan di jalan tol," pungkasnya.

Selain penanganan dari pihak petugas jalan tol, kewaspadaan dan kesiapan para pengguna jalan bebas hambatan tentu dibutuhkan.

Baca Juga: Kia EV6, Mobil Listrik yang Siap Meluncur Global di Paruh 2021

Komentar