alexametrics

Tips Rawat Motor Setelah Berkendara Jarak Jauh, Ini yang Harus Diperhatikan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Tips Rawat Motor Setelah Berkendara Jarak Jauh, Ini yang Harus Diperhatikan
Berperjalanan dengan sepeda motor. Di masa pandemi perlu jaga jarak dan lakukan protokol kesehatan serta periksa kendaraan sebelum dan sesudah mengaspal. Sebagai ilustrasi [PT YIMM].

Perhatikan bagian per bagian dengan teliti, termasuk pola kembangan ban.

Suara.com - Di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, saat melakukan perjalanan berjarak jauh wajib memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Utamanya kelengkapan dokumen bebas virus Corona, dan protokol kesehatan. Untuk yang menggunakan sepeda motor, setelah berkendara jarak jauh ke zona yang aman dan diperbolehkan, perlu melakukan perawatan motor.

"Bagi pengguna sepeda motor, setelah berkendara jarak jauh baiknya memperhatikan perawatannya. Untuk itu, kami bagian sederet poin yang perlu diperhatikan supaya kondisi motor terjaga baik dan dapat dipergunakan untuk mendukung aktivitas," ungkap Wahidin, Senior Manager Aftersales Main Dealer PT Thamrin Brothers.

Perhatikan manual R2 dan simak berapa banyak oli dibutuhkan [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Proses penggantian oli yang dibutuhkan usai perjalanan jauh [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk perawatan motor setelah berkendara jarak jauh:

1. Oli

Baca Juga: Temani PCX, Honda Siap Rilis Tiga Sepeda Motor Listrik Sekaligus

  • Dikarenakan perjalanan yang cukup jauh, perlu adanya pengecekan oli atau penggantian oli mesin. Untuk oli mesin sendiri direkomendasikan setiap 2.000 km. Selain oli mesin, cek juga oli gear, terutama kendaraan matik.
  • Untuk oli matik, masa penggantian di setiap 10.000 km. Dan wajib menggunakan pilihan oli yang tepat, sudah teruji, sesuai dengan tipe motor.

2. Filter Udara

  • Kondisi jalan yang cukup berdebu membuat filter udara jadi cepat kotor.
  • Untuk filter udara, saat servis dapat dibersihkan sedangkan penggantian direkomendasikan setiap 15.000 km.
  • Namun jika pemakaian dalam kondisi ekstrem dan penggunaan terlalu sering atau lama, semakin cepat diganti semakin baik.

3. Busi

  • Untuk pengecekan busi, cukup banyak motor kurang performa bahkan mati dikarenakan kurangnya perawatan busi. Busi dapat dibersihkan saat servis, jika sudah lebih dari 6.000 km busi wajib diganti.

4. Ban

  • Cek pola kembang serta tekanan udara ban. Jika pola kembangan ban habis artinya permukaan ban sudah tipis, ditambah tekanan udara yang tidak standar bisa membahayakan perjalanan.
  • Jadi harus cek kondisi ban setiap 12.000 km atau satu tahun pemakaian. Jika kurang bagus dapat segera diganti dan tentunya dengan tekanan udara sesuai spesifikasi ban itu.

5. Gear sprocket dan rantai

  • Khusus tipe motor manual cek kondisi gear dan rantai, apakah kendor atau terlalu kencang. Karena rantai yang terlalu kendor atau kencang dapat merusak beberapa sistem gear serta membahayakan.
  • Untuk tipe matik dapat cek di bagian CVT dan V Belt. Sedangkan untuk masa pemakaiannya yaitu 25.000 km, jika sudah masuk di waktu penggantian, segeralah diganti.

6. Injector

Baca Juga: TVS Dirumorkan Bakal Bikin Motor 310cc Baru, Begini Bocorannya

  • Saat bepergian jauh biasanya sering mengisi bahan bakar di pinggir jalan atau eceran. Sebenarnya tidak masalah namun kita tidak tahu kandungan dalam bahan bakar bagus atau tidak. Oleh sebab itu saat servis wajib melakukan pengecekan injeksi khusus injector.
  • "Rekomendasi dari kami setiap 10.000 km melakukan rutin pembersihan injector," kata Wahidin.

Yang terakhir, jangan lupa untuk selalu servis di bengkel resmi.

Komentar