alexametrics

PPnBM DTP 100 Persen, Penjualan Mobil Pasar Domestik Bisa Tumbuh 39,5 Persen

RR Ukirsari Manggalani
PPnBM DTP 100 Persen, Penjualan Mobil Pasar Domestik Bisa Tumbuh 39,5 Persen
IIMS Hybrid 2021. Salah satu barometer penjualan mobil di Indonesia [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Kabar seru untuk industri otomotif adalah prediksi terjadinya kenaikan penjualan mobil di pasar Nasional.

Suara.com - Kekinian, untuk pembelian mobil baru diterapkan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah atau PPnBM DTP 100 persen. Kegairahan muncul kembali, setelah menurut skema sebelumnya relaksasi pajak sekarang hanya 50 persen.

Dikutip dari kantor berita Antara, Tim Ekonom PT Bank Mandiri Persero Tbk memprediksi penjualan mobil di pasar domestik akan tumbuh hingga 39,5 persen pada 2021 menjadi 742.150 unit. Kondisi ini setelah Pemerintah memperpanjang diskon penuh PPnBM menjadi nol persen atau ditanggung negara 100 persen untuk pembelian mobil baru hingga Agustus nanti.

"Kebijakan perpanjangan ini akan meningkatkan penjualan sebesar 1.386 unit," jelas Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiridalam kajiannya di Jakarta, Kamis (24/6/2021).

Penjualan mobil di Indonesia pada Mei 2021 turun 30,5 persen dibanding pada April. Foto: Pengunjung menaiki mobil yang dipamerkan dalam IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (18/4/2021). [Antara/Sigid Kurniawan]
Pengunjung menaiki mobil yang dipamerkan dalam IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (18/4/2021).  Sebagi ilsutrasi pembelian mobil baru [Antara/Sigid Kurniawan]

Sebelum diskon PPnBM ini diperpanjang, Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan penjualan mobil pada 2021 mencapai 39,2 persen dengan penjualan 740.764 unit.

Baca Juga: Jadi Mobil Terlaris pada Mei, Ini Tipe Mitsubishi Xpander Paling Dicari

Diskon PPnBM menjadi nol persen untuk mobil sebelumnya hanya berlaku dari 1 Maret hingga akhir Mei 2021. Akan tetapi Pemerintah memperpanjang dengan tujuan untuk membangkitkan kembali sektor industri manufaktur, khususnya otomotif, di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai perbandingan pada periode pertama diskon PPnBM, yaitu periode Maret-Mei 2021, peningkatan penjualan mobil hanya 18.304 unit. Pada periode itu, Andry Asmoro melihat diskon PPnBM cukup mengangkat penjualan mobil ritel atau penjualan dari diler ke konsumen.

Peningkatan penjualan mobil tertinggi terjadi pada segmen mobil dengan kapasitas mesin 1.501-2.500cc yang tumbuh 1.357,5 persen dari 951 unit pada periode April-Mei 2020 menjadi 13.861 unit pada periode yang sama 2021.

Sementara itu segmen mobil dengan kapasitas mesin kurang dari 1.500 cc hanya tumbuh 28,8 persen dari 63.468 unit pada periode Maret-Mei 2020 menjadi 81.772 unit pada periode yang sama 2021.

Tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan kelompok masyarakat menengah-bawah yang menjadi sasaran potensial diskon PPnBM untuk mobil kurang dari 1.500cc belum memiliki kepercayaan diri atau consumer confidence yang cukup dalam membeli mobil baru. Selain masih merasakan dampak tekanan dari pandemi Covid-19 sejak 2020.

Baca Juga: Penjualan Mobil Daihatsu Naik 37 Persen Selama Maret - Mei 2021

Komentar