- Produsen mobil China melampaui Jepang dalam penjualan kendaraan roda empat global pada tahun 2025.
- Penjualan merek Tiongkok Januari-November 2025 mencapai 27 juta unit, melebihi Jepang 25 juta unit.
- BYD dan Geely termasuk sepuluh merek terlaris; Chery memimpin ekspor Tiongkok di berbagai kawasan.
Suara.com - Para produsen mobil China akan mengalahkan merek-merek Jepang dalam penjualan kendaraan roda empat dunia pada 2025 kemarin, demikian dilaporkan media ekonomi Jepang Nikkei Asia baru-baru ini.
Ini merupakan pertama kalinya dalam China berhasil mengalahkan Jepang di pasar mobil dunia. Adapun merek-merek Jepang di bawah pimpinan Toyota sudah menguasai pasar mobil dunia selama 20 tahun terakhir.
Data penjualan mobil dunia dari Januari - November 2025 menunjukkan, merek-merek mobil China berhasil menjual 27 juta unit mobil secara global. Jumlah ini sekitar 2 juta lebih banyak dibanding merek Jepang yang sepanjang tahun kemarin menjual hampir 25 juta unit mobil.
Merek-merek mobil China kini menjadi raja di rumah sendiri. Dari total penjualan mereka tahun lalu, sekitar 70 persen berasal dari dalam negeri. Selain itu uniknya sekitar 60 persen mobil yang dijual di Tiongkok tahun lalu adalah jenis elektrifikasi, baik mobil listrik murni (BEV) maupun plug ini hybrid (PHEV).
Dari laporan yang sama ditemukan bahwa BYD dan Geely adalah dua merek paling digdaya di antara jenama-jenama mobil China. Dua merek itu bahkan sudah masuk dalam daftar 10 merek mobil paling laris di dunia pada 2025.
Sementara Chery menjadi merek China dengan pasar ekspor paling besar, mulai dari Asia Tenggara (termasuk Indoesia) hingga ke Amerika Latin.
Bicara soal ekspor, pasar Asia Tenggara kini menjadi gelanggang pertarungan antara mobil China dan Jepang. ASEAN, yang tadinya menjadi arena yang didominasi Jepang, kini perlahan-lahan digarap oleh merek mobil China.
Pada 2025 kemarin, diperkirakan ada sekitar 500.000 unit mobil China terjual di Asia Tenggara termasuk di dua pasar utama yakni Indonesia dan Thailand. Di Eropa, penjualan mobil China ditaksir sekitar 2,3 juta unit.
Sementara di Afrika, penjualan mobil China naik sekitar 32 persen menjadi sekitar 230.000 unit. Di Amerika Latin penjualan mobil China mencapai sekitar 540.000 unit, naik 33 persen dari tahun 2024.
Baca Juga: Penjualan Mobil Honda Kian Terseok Menjelang Akhir Tahun
Produsen mobil Jepang, yang pada 2018 lalu berhasil mencetak rekor penjualan 30 juta unit di dunia, mengalami kemunduran di beberapa pasar utama termasuk Amerika Serikat dan China.