alexametrics

Menolak Tua, Pria Ini Sulap Mobil Klasik Jadi Kendaraan Listrik

Cesar Uji Tawakal | Gagah Radhitya Widiaseno
Menolak Tua, Pria Ini Sulap Mobil Klasik Jadi Kendaraan Listrik
Ilustrasi mobil-mobil klasik (Shutterstock).

Mobil klasik jadi kendaraan listrik? Memang bisa?

Suara.com - Kendaraan listrik saat ini memang tengah gencar dikampanyekan beberapa negara. Bahkan produsen kendaraan mulai dari motor dan mobil pun sudah mulai memperkenalkan produknya.

Memang, tak semua orang akan membeli kendaraan listrik dalam waktu dekat ini. Tetapi ada juga yang justru memanfaatkan mobil klasik justru diubah menjadi kendaraan listrik.

Dilansir dari Cartoq, seorang pria asal India bernama Mohammad Jawaad Khan memiliki ide gila yakni mengubah mobil klasik menjadi kendaraan listrik.

Pria India tersebut ternyata memiliki bisnis startup Tadpole Projects yang bertujuan untuk mengubah kendaraan konvensional menjadi listrik.

Baca Juga: Kembangkan Baterai Kendaraan Listrik, Indonesia Mesti Didukung Industri Daur Ulang

Jawaad memulai pekerjaan ini pada September 2020 dan bekerja sama dengan Center of Excellence for Research on Clean Air (CERCA). Tadpole Projects sendiri telah mengubah beberapa mobil klasik, seperti Volkswagen Beetle 1948 dan Austin 10 1936 menjadi kendaraan listrik.

Mobil klasik berevolusi menjadi kendaraan listrik (Cartoq)
Mobil klasik berevolusi menjadi kendaraan listrik (Cartoq)

Pria ini tentunya tidak sendirian dalam melakukan proyek ini. Ia dibantu dengan timnya dan membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan untuk mengubah Volkswagen Beetle klasik menjadi kendaraan listrik.

Mesin diganti dengan motor listrik 15 kW dan kecepatan maksimumnya mampu mencapai 60 km/jam.

Performa tersebut disalurkan ke roda belakang. Baterai lithium iron phosphate ditanam di bawah kap mesin. Baterai yang digunakan berkapasitas 72V 220 Ah dengan jangkauan 150 km.

Kurang lebih pengisian daya sampai penuh membutuhkan waktu 6 jam dengan pengisian AC. Sedangkan pengisian daya DC membuthkan waktu 3 jam.

Baca Juga: Edukasi Publik Diperlukan untuk Penetrasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Komentar