Heboh Pria Taruh Kapur Barus ke Dalam Tangki Bensin Truk, Publik Malah Komentar Begini

Yasinta Rahmawati | Gagah Radhitya Widiaseno | Suara.com

Selasa, 20 Juli 2021 | 12:26 WIB
Heboh Pria Taruh Kapur Barus ke Dalam Tangki Bensin Truk, Publik Malah Komentar Begini
ilustrasi kapur barus, kamper

Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria menaruh kapur barus ke dalam tangki bensin truk.

Video ini diabadikan oleh akun Facebook Riau Cornelius. Tampak seorang tengah membuka bungkus kapur barus.

Lalu ia pun mengambil beberapa butir kapur barus tersebut. Kemudian ia memasukkan ke dalam sebuah tangki yang diduga merupakan tangki bensin truk.

Usai memasukkan kapur barus tersebut, lalu ia menutup tangki bensin truk tersebut. Aksi ini membuat publik membanjiri kolom komentar di postingan tersebut.

Pria memasukkan kapur barus ke dalam tangki bensin truk (Facebook)
Pria memasukkan kapur barus ke dalam tangki bensin truk (Facebook)

"Gunanya kapur Barus buat jernihin solar dan biar tarikan enteng kayak kita pakai minyak industri...gitu.itu solusi biar jernih dan tambah tenaga mobil,contoh kalau lampu tempel kehabisan minyak tanah kita bisa pakai solar di campur kapur Barus dan hasilnya langas atau asap solar lebih berkurang kayak kita pakai minyak tanah.dan itu Jepang ngak tau kalau orang Indonesia ahli dlm me modifikasi produknya," tulis @Rudi Guna***.

"Mobil kantor, rusak yaes, nek mobile dewe emanlah... Jadi kamper itu fungsinya rubah solar jadi minyak tanah, biasa dipakai di kompor minyak buat ngatasin susahnya cari kerosin, kalau buat mobil sayang mobilnya," beber @Aldy Ba***.

Memasukkan kapur barus ke dalam tangki bensin ternyata bisa merugikan baik kesehatan mobil ataupun kesehatan pengguna jalan lainnya.

Seperti yang pernah ditulis tim Suara.com beberapa waktu lalu. Kapur barus memiliki senyawa kimia bernama naphthalene yang memiliki oktan 90.

Jika mencampur kapur barus ke dalam bahan bakar di atas oktan 90, maka bisa dibilang hampir tidak ada manfaatnya.

Efek buruk percampuran bensin dan kapur barus adalah pada manusia, bahkan disebut bisa menyebabkan kanker.

Selain kanker, zat buang dari bensin yang dicampur kapur barus juga disebut bisa menyebabkan neurotoxic seperti vertigo, gastrointestal distress dan hepatic. Disebutkan juga bisa menyebabkan katarak bila terkena mata.

Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini 5 Manfaat Kapur Barus untuk Kehidupan Sehari-hari

Ini 5 Manfaat Kapur Barus untuk Kehidupan Sehari-hari

Video | Jum'at, 16 Juli 2021 | 17:30 WIB

4 Manfaat Kapur Barus dalam Kehidupan Sehari-hari

4 Manfaat Kapur Barus dalam Kehidupan Sehari-hari

Lifestyle | Selasa, 06 Juli 2021 | 08:00 WIB

Viral Pria Isi Tangki Bensin Isuzu Panther dengan Minyak Goreng, Ternyata Ini Alasannya

Viral Pria Isi Tangki Bensin Isuzu Panther dengan Minyak Goreng, Ternyata Ini Alasannya

Otomotif | Selasa, 29 Juni 2021 | 19:28 WIB

Terkini

Misteri Setup Motor Veda Ega: Mengapa Melempem di Kualifikasi, Tapi Ganas saat Race Catalunya?

Misteri Setup Motor Veda Ega: Mengapa Melempem di Kualifikasi, Tapi Ganas saat Race Catalunya?

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 12:08 WIB

Start Buncit Bukan Kiamat, Taktik Jitu Veda Ega Libas 8 Motor dan Amankan Klasemen Rookie Moto3

Start Buncit Bukan Kiamat, Taktik Jitu Veda Ega Libas 8 Motor dan Amankan Klasemen Rookie Moto3

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 09:29 WIB

Kronologi Motor Alex Marquez Hancur di MotoGP Catalunya, Patah Tulang Berujung Operasi Instan

Kronologi Motor Alex Marquez Hancur di MotoGP Catalunya, Patah Tulang Berujung Operasi Instan

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 08:56 WIB

Terpopuler: Mobil CVT Badak Jarang Putus Belt, Penjegal NMax dan PCX dari Suzuki

Terpopuler: Mobil CVT Badak Jarang Putus Belt, Penjegal NMax dan PCX dari Suzuki

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:02 WIB

Apa Keunggulan Suzuki Burgman 15 Dibanding PCX dan NMAX?

Apa Keunggulan Suzuki Burgman 15 Dibanding PCX dan NMAX?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:45 WIB

3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV

3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:49 WIB

Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan

Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?

Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:10 WIB

Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi

Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:11 WIB

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:31 WIB