alexametrics

Hati-hati, Gaya Mengemudi Bisa Sebabkan Telapak Ban Mobil Jadi Cepat Aus

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Hati-hati, Gaya Mengemudi Bisa Sebabkan Telapak Ban Mobil Jadi Cepat Aus
Ilustrasi pengecekan ban mobil [Istimewa].

Tekanan yang tidak merata pada telapak ban bisa membuat daya cengkeram berkurang bahkan hilang.

Suara.com - Telapak ban mobil bisa mengalami keausan tidak merata padahal masih layak pakai dan belum memasuki masa ganti. Misalnya kejadian habis hanya pada satu sisi tertentu, sementara sisi lain dalam kondisi baik. Bisa disebut menipis tidak merata.

Keausan yang tidak merata pada telapak ban bisa membuatnya kehilangan daya cengkeram dan berakibat fatal jika mengalami masalah seperti aquaplaning

Agar kondisi ban aus atau tipis tidak merata bisa dihindari, silakan tengok gaya mengemudi. Ada kebiasaan yang membuat permukaan menipis tidak merata. Selain itu perlu dilakukan perawatan untuk mempertahankan keawetannya.

Tidak sulit, namun kesibukan telah menyebabkan ban mobil terlupakan.

Baca Juga: Pelek Benjol? Sangat Mungkin Terjadi Saat Ban Mobil Kempis Dipaksa Jalan

Simak gaya menyetir mobil. Apakah suka pindah jalur mendadak. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Simak gaya menyetir mobil. Apakah suka pindah jalur mendadak. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Dalam keterangan Auto2000 disebutkan ada beberapa penyebab yang membuat telapak ban cepat aus dan kiat mengatasinya.

Berikut penyebab dan cara menjaga agar tidak terjadi keausan ban:

1. Tekanan Udara Ban Kurang

  • Ban tidak hanya berperan sebagai alas penggerak kendaraan, akan tetapi menjadi tumpuan dari bobot mobil.
  • Tekanan udara yang tidak terjaga membuat dinding ban bekerja lebih berat dan mengalami defleksi berlebihan.
  • Telapak ban yang mendapatkan tekanan berlebihan bakal cepat aus.
  • Sebaiknya lakukan pengecekan berkala tekanan udara ban minimal satu minggu sekali.

2. Membawa Muatan Berlebihan

  • Kondisi yang dialami ban sama dengan saat tekanannya kurang dari rekomendasi pabrikan.
  • Kelebihan beban yang diterima akan diteruskan menuju telapak ban dan membuatnya menerima tekanan terlalu tinggi melebihi batas yang diperbolehkan.
  • Perhatikan muatan mobil sesuai yang disarankan pada buku manual perawatan kendaraan.

3. Lupa Menjalankan Spooring

Baca Juga: Cara Mudah Mencegah Ban Mobil Meledak Saat di Jalan

  • Spooring berguna untuk menyetel ulang kaki-kaki setelah sekian lama digunakan. Dalam pemakaian mobil jangka panjang, bisa terjadi penyimpangan pada roda akibat pergerakan komponen kaki-kaki.
  • Efeknya akan berpengaruh pada kerja roda yang tidak seimbang dan habisnya telapak ban secara tidak merata.

4. Kaki-Kaki Mobil Rusak

  • Kerusakan pada komponen kaki-kaki mobil seperti shock absorber yang bocor dapat berimbas pada kinerja ban yang tidak lagi optimal.
  • Akibatnya, ada sisi ban yang mendapatkan beban berlebih sehingga membuat telapak ban lebih cepat aus.
  • Pengecekan kaki-kaki mobil dan spooring ban mobil waktu servis berkala dapat mengetahui potensi kerusakan dan mencegahnya.

5. Tidak Melakukan Rotasi Ban

  • Rotasi ban dilakukan untuk menjaga keseimbangan tingkat keausan semua ban mobil supaya telapak ban menipis secara merata dan bertahap.
  • Sebaiknya lakukan rotasi ban setiap 10.000 km atau enam bulan sekali.

6. Perilaku Berkendara di Jalan

  • Gaya mengemudi agresif, seperti sering menekan pedal gas hingga habis atau mengerem mendadak, bisa membuat telapak ban mobil cepat termakan akibat gesekan dengan permukaan jalan.
  • Menikung atau pindah lajur tiba-tiba membuat ban harus bekerja keras menjaga keseimbangan mobil.
  • Imbasnya, telapak ban akan lebih cepat kalah sehingga aus dan berujung rusak sebelum waktunya. Oleh karenanya, jaga perilaku berkendara di jalan untuk mencegah ban mobil cepat aus.

Komentar