Pantang Asal Modif Mesin, Ini 4 Kerugian Akibat Sembarangan Bore Up Motor

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 31 Juli 2021 | 08:28 WIB
Pantang Asal Modif Mesin, Ini 4 Kerugian Akibat Sembarangan Bore Up Motor
Ilustrasi mesin motor. (Suara.com/Cesar Uji Tawakal)

Suara.com - Bore up mesin motor bisa dibilang merupakan salah satu opsi paling populer bagi para penunggang kendaraan roda dua yang ingin merasakan sensasi kuda besi ekstra ngebut.

Namun sayangnya modifikasi mesin tersebut tak bisa dilakukan secara asal-asalan, dan pantang diinisiasi oleh orang sembarangan.

Salah-salah, mesin motor bisa menjadi rusak parah. Tak cuma itu, dilansir dari situs resmi Suzuki Indonesia, berikut empat kerugian bore up motor.

Ilustrasi mekanik bengkel motor. (pixabay.com)
Ilustrasi mekanik bengkel motor. (pixabay.com)

1. Piston yang cepat jebol

Dampak pertama yang dirasakan adalah piston cepat jebol sebab adanya perubahan diameter tidak sesuai dengan standar. Padahal komponen penting ini berfungsi untuk merubah tekanan dari pembakaran menjadi tenaga penggerak.

Bahkan pada beberapa kasus piston akan pecah. Jadi, siap-siap untuk mengeluarkan biaya ekstra jika mesin sudah rusak.

2. Mesin lebih cepat overheat

Pembakaran akan meningkat demi bisa menghasilkan tenaga dan kecepatan tinggi. Karena pembakaran inilah daya ledak yang dihasilkan juga besar, sehingga membuat mesin cepat panas.

Biasanya teknisi akan menyesuaikan rasio kompresi pada celah piston dengan head. Sayangnya walaupun sudah disiasati tetap saja mesin akan cepat panas.

baca juga

3. Boros bahan bakar dan pelumas

Efek buruk lainnya adalah bahan bakar dan pelumas jadi lebih boros. Walaupun Anda sudah mengganti jenis bahan bakar dan pelumas jadi lebih berkualitas, tapi kebutuhannya tetap besar.

Anda pun akan tekor dalam membeli bahan bakar serta pelumas. Alasannya karena proses pembakaran yang semakin besar usai bore up.

4. Top speed yang turun

Tak sedikit kendaraan yang top speednya justru jadi menurun setelah bore up. Misalnya kendaraan yang memiliki top speed 100 km per jam kini menjadi 80 km per jam. Hal ini akan mengganggu kecepatan saat berkendara. 

Penyebabnya adalah rumah filler yang digunakan tidak bisa menampung udara yang dibutuhkan. Mesin pun seperti dicekik yang mengakibatkan top speed menurun. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kakek Safruddin Dapat Motor, Bicara Dengan Menteri Kesehatan dan Deddy Corbuzier

Kakek Safruddin Dapat Motor, Bicara Dengan Menteri Kesehatan dan Deddy Corbuzier

Sulsel | Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:21 WIB

Tegang Bak Film Action, Cerita Bos Rental PS Naik Angkot Kejar Maling Motor di Kebon Jeruk

Tegang Bak Film Action, Cerita Bos Rental PS Naik Angkot Kejar Maling Motor di Kebon Jeruk

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 16:20 WIB

Efek Varian Delta, Kehadiran Motor Triumph dengan Harga Terjangkau Jadi Tertunda

Efek Varian Delta, Kehadiran Motor Triumph dengan Harga Terjangkau Jadi Tertunda

Otomotif | Jum'at, 30 Juli 2021 | 15:33 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×