facebook

Investigasi 765 Ribu Unit Tesla, Amerika Serikat Selidiki Sistem Autopilot

RR Ukirsari Manggalani
Investigasi 765 Ribu Unit Tesla, Amerika Serikat Selidiki Sistem Autopilot
Suasana kabin Tesla dalam kegiatan mengemudi malam hari dan dilengkapi sistem autopilot. Sebagai ilustrasi [Envato Elements/twenty20photos].

Amerika Serikat menggelar investigasi atas sistem Autopilot Tesla, yang dipasarkan 2014 - 2021.

Suara.com - Sejak 2008 hingga 2021, ada 11 kasus kecelakaan mobil listrik produksi Tesla Incorporation yang dilaporkan kepada pemerintah Amerika Serikat. Atas dasar  ini, dilakukan investigasi terhadap 765.000 unit kendaraan yang telah dijual Tesla di Amerika Serikat.

Jumlah itu mencakup semua model mobil listrik produksinya sejak 2014 hingga 2021. Dan bagian yang diselidiki adalah sistem mengemudi otomatis atau Autopilot self-driving Tesla.

Dikutip kantor berita Antara dari Associated Press, Selasa (17/8/2021), National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional mengidentifikasi setidaknya 17 orang terluka, serta satu orang tewas dalam rangkaian kecelakaan terkait penggunaan Autopilot Tesla.

Tesla Model Y disebut akan jadi mobil terlaris di dunia pada 2023, kalahkan Toyota Corolla. [Dok Tesla]
Tesla Model Y, sebagai ilustrasi produk [Dok Tesla]

"Penyelidikan akan menilai teknologi dan metode yang digunakan untuk memantau, membantu, serta mensyaratkan keterlibatan pengemudi saat sistem autopilot dioperasikan," jelas NHTSA dalam dokumen investigasinya.

Baca Juga: Optimistis Tesla Gigafactory Jerman Segera Rampung, Elon Musk Sebar Undangan

Sementara itu, National Transportation Safety Board (NTSB) atau Dewan Keselamatan Transportasi Nasional memberikan masukan agar NHTSA memastikan produsen mobil yang memiliki fitur Autopilot seperti Tesla lebih memperhatikan sistem dan keamanan untuk pengemudi.

Pasalnya NTSB tidak memiliki wewenang atas penegakan kewajiban dan hanya diperbolehkan membuat rekomendasi kepada lembaga federal lainnya.

Profesor teknik listrik dan komputer di Universitas Carnegie Mellon, Raj Rajkumar, mengatakan penyelidikan oleh NHTSA sudah lama tertunda.

Menurutnya, kegagalan Tesla memantau dan memastikan keselamatan pengemudi harus menjadi prioritas utama dalam penyelidikan. Perusahaan mobil listrik itu berhasil membuat fitur untuk mendeteksi tekanan pada setir yang memastikan pengemudi tak melepas tangan sepenuhnya. Akan tetapi, pengemudi sering kali menipu sistem dan total meninggalkan kemudi.

"Sangat mudah untuk melewati masalah setir. Ini sudah berlangsung sejak 2014. Kami sudah membicarakannya sejak lama," lanjut Raj Rajkumar.

Baca Juga: Selain Tesla, Volkswagen Dorong India Pangkas Pajak Impor Mobil Listrik

Di sisi lain, Tesla dan produsen mobil lainnya telah memberikan sinyal bahwa pengemudi harus siaga dan tak sepenuhnya lepas tangan saat menggunakan sistem autopilot.

Namun nyatanya, pengemudi kerap menyalahgunakan sistem Autopilot Tesla, seperti mengendarai mobil dalam keadaan mabuk dan duduk di kursi belakang saat mobil meluncur di jalan raya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar