alexametrics

Permintaan Mobil Bekas Diprediksi Meningkat Akibat Krisis Chip untuk Mobil Baru

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Permintaan Mobil Bekas Diprediksi Meningkat Akibat Krisis Chip untuk Mobil Baru
Ilustrasi mobil bekas (Shutterstock).

Enggan menunggu mobil baru diproduksi sampai batas waktu tertentu, konsumen bisa beralih ke mobil bekas. Ini analisanya.

Suara.com - Situasi pandemi COVID-19 sepertinya membawa keuntungan tersendiri bagi pedagang mobil bekas di Britania Raya. Pasalnya tren mobil bekas diprediksi akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu mendatang.

Menurut salah satu  situs mobil bekas kenamaan Inggris yaitu Auto Trader, harga rata-rata mobil bekas telah meningkat sebesar 15,2 persen year-on-year (YoY) di awal bulan ini, dan kenaikan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

Auto Trader menyimak lebih dari 15,8 juta orang mengunjungi situs mereka dengan jumlah kenaikan hampir 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan ini juga menyatakan bahwa konsumen menghabiskan waktu lebih lama untuk meneliti kendaraan di situs Auto Trader dengan kenaikan sebesar 18 persen. Sementara jumlah prospek yang dikirim ke penjual tumbuh 68 persen.

Baca Juga: MINI Countryman Bermotif Jerapah Siap Ramaikan Taman Safari Longleat

Salah satu pemandangan sudut kota London, dengan bus tumpuk merah khas Routemaster, serta deretan sepeda kayuh tenaga listrik yang dahulu disebut "Boris Bike" [Suara.com/CNR ukirsari].
Salah satu ruas jalan raya di Kota London, dengan display produk mobil, bus ikonik Routemster, kendaraan pribadi, serta sepeda kayuh tenaga listrik  berjuluk "Boris Bike" [Suara.com/CNR ukirsari].

Menurut Auto Trader, seperti dikutip dari Motor1, meningkatnya permintaan mobil bekas juga didorong oleh masalah pasokan yang mengganggu pasar mobil baru.

Selama produksi mobil masih kekurangan chip semikonduktor, calon baru diperkirakan bakal merambah ke pasar mobil bekas.

"Permintaan mobil bekas didorong oleh banyak faktor, tidak hanya kepercayaan konsumen, tingkat pengangguran yang rendah, dan kekhawatiran tentang keselamatan transportasi umum. Akan tetapi sekarang juga kendala pasokan yang kita lihat di pasar mobil baru," demikian penjelasannya.

Auto Trader menyatakan bahwa studi yang dilakukan awal bulan ini menemukan hampir setengah atau 46 persen pembeli mobil baru tidak ingin menunggu terlalu lama.

Dan 74 persen responden tidak menutup kemungkinan mencari alternatif mobil bekas, jika pilihan mobil baru mereka tidak tersedia dalam waktu yang diinginkan.

Baca Juga: Rata-rata Orang Indonesia Jual Mobil Lama Setelah Kepemilikan Lima Tahun

Dengan data yang didapat, Auto Trader memperkirakan permintaan mobil bekas akan mencapai sekitar 600.000 mobil pada tahun ini. Sehingga harga mobil bekas diprediksi juga akan mengalami peningkatan.

Komentar