alexametrics

Tips Aman Membeli Pelek Bekas: Perhatikan Bibir dan Logonya

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Tips Aman Membeli Pelek Bekas: Perhatikan Bibir dan Logonya
Membeli pelek bekas, perhatikan detail setiap bagian permukaan, termasuk bibir dan logo [Envato Elements/gstocksphoto].

Bila logo sudah amblas, kemungkinan pelek telah mengalami perbaikan. Sedangkan bagian bibir mesti mulus tanpa rekah.

Suara.com - Mengganti pelek menjadi salah satu cara bagi pemilik mobil untuk membuat tampilan tunggangannya terasa personal. Dengan sepatu beda, citarasa yang muncul tidak akan sama dengan kendaraan serupa.

Namun karena harga pelek baru terbilang cukup mahal, maka beberapa orang menyiasatinya dengan membeli pelek bekas. Mengutip HSR Wheel, berikut cara melihat sepatu mobil second hand yang masih prima.

Inspeksi membeli pelek bekas berkualitas:

1. Cek Riwayat Pemakaian

Baca Juga: EICMA Rebranding, Kini Ganti Nama Menjadi Pameran Roda Dua Internasional

  • Membeli pelek dari pemilik yang sudah dikenal adalah langkah aman karena bisa mengetahui sejarahnya, secara langsung tahu cara sang pemilik memperlakukan mobil serta pelek itu.
  • Apabila pemilik sebelumnya memang paham dan menaruh perhatian yang besar dengan merawat pelek, maka kondisinya kemungkinan masih baik. Namun disarankan untuk tetap berhati-hati dan teliti pada saat mengeceknya.
Perbaikan pelek yang pernah dilakukan. Simak apakah logo masih utuh [Envato Elements/ThamKC].
Perbaikan pelek yang pernah dilakukan. Simak apakah logo masih utuh [Envato Elements/ThamKC].

2. Cek Kondisi Fisik Pelek

  • Jangan lupa untuk teliti bagian luar terutama bagian-bagian yang mungkin mengalami kerusakan. Apabila terdapat kondisi kurang prima, cek kembali jenis kerusakannya: apakah masih aman dan bisa diperbaiki.
  • Ketika rusaknya sudah terlalu parah, maka ada baiknya batalkan niat kamu untuk membelinya.

3. Hindari pelek Retak

  • Pada saat membeli pelek bekas, ada baiknya pilih yang tidak ada keretakan sama sekali. Biasanya keretakan ini terjadi di sisi center bore, penampang luar atau barrel, dan juga lubang baut.
  • Apabila ditemui keretakan halus, maka masih bisa diperbaiki dengan cara dilas. Namun, kondisi ini hanya bertahan sementara, dan untuk ke depannya kemungkinan pelek untuk kembali retak bisa saja terjadi.

4. Perhatikan Bibir Pelek

  • Selanjutnya jangan lupa untuk memerhatikan bagian bibir di setiap pelek. Apabila pemilik sebelumnya sering melewati jalan yang rusak dan bergelombang, bukan tidak mungkin pelek tersebut bisa menjadi penyok, juga rusak.
  • Maka dari itu, jangan sampai membeli pelek dengan kondisi yang sudah rusak atau penyok. Walapun masih bisa diperbaiki, namun tentunya butuh biaya yang cukup besar.

5. Cek Logo Pelek Mobil

  • Adanya sebuah logo yang menempel pada pelek adalah salah satu ciri untuk megetahui bahwa pelek masih dalam kondisi yang baik walaupun bekas.
  • Ketika logo yang menempel terdapat kerusakan, kemungkinan logo yang rusak itu menjadi tanda bahwa pelek pernah direparasi oleh pemilik sebelumnya.

Baca Juga: HSR Wheel Perkenalkan Pelek RAI-S3, Piawai Diajak Main Drifting

Komentar