alexametrics

Ditinggal Tentara Amerika Serikat, 60.000 Lebih Ford Ranger Jadi Mobil Pasukan Taliban

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ditinggal Tentara Amerika Serikat, 60.000 Lebih Ford Ranger Jadi Mobil Pasukan Taliban
Video Taliban berseragam militer Amerika Serikat menguasai bandara Kabul.[Twitter]

Apakah semuanya masih bisa difungsikan? Ini penuturan kepala komando Amerika Serikat.

Suara.com - Kepergian Pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan di akhir bulan lalu  meninggalkan "jejak" tak sedikit. Antara lain persenjataan, sampai mobil kategori Sport Utility Vehicle (SUV) yang perkasa di alam bebas. Puluhan ribu Ford Rangers ditinggalkan begitu saja.

Dalam sebuah gambar dan rekaman video, kelompok Taliban tampak berpatroli menggunakan satu unit Ford Ranger.

Informasi yang beredar, kelompok itu mendapat keuntungan 83 juta dolar AS dari persenjataan dan kendaraan yang ditinggalkan. Sehingga membuat mantan Presiden Donald Trump geram.

Ia merilis sebuah pernyataan untuk segera mengambil kembali peralatan yang ditinggalkan.

Motor Honda yang dipakai oleh militisi Taliban di Afghanistan (Twitter/Pajhwok)
Motor Honda yang dipakai oleh militisi Taliban di Afghanistan (Twitter/Pajhwok)

"Semua peralatan harus diminta untuk segera dikembalikan ke Amerika Serikat, termasuk setiap sen dari biaya 85 miliar dolar," demikian ditulis Donald Trump, yang dikutip Carscoops.

Baca Juga: Langka Chip Semikonduktor, Pengiriman Ford Mustang Mach-E Kena Imbas

Menurut laporan, selama invasi tentara Negeri Paman Sam di Afghanistan, mereka membekali diri dengan pembelian 76.000 unit kendaraan untuk digunakan di sana.

Termasuk 43.000 unit double cabin Ford Ranger, 22.000 kendaraan militer, dan 900 MRAP atau Mine-Resistant Ambush Protected, kendaraan taktis atau rantis pelindung dari serangan ranjau.

Ford Ranger Wildtrak 3.2L dalam pengetesan di Puluong, Vietnam, 2018. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Ford Ranger Wildtrak 3.2L. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Bila dilihat, jumlah ini adalah angka yang sama dengan penjualan Ford Ranger ke publik Amerika delapan bulan pertama 2019.

Saat ini, sekitar 70 persen dari keseluruhan peralatan yang dipesan pasukan militer Amerika Serikat jatuh ke tangan militer Afghanistan. Sedangkan sisanya diberikan kepada polisi nasional.

Namun demikian, pasukan Amerika Serikat tidak mungkin semudah itu meninggalkan peralatan perang mereka kepada musuh.

Baca Juga: Ford Motor Company Konfirmasi Investasi Pusat Pengembangan Baterai Listrik

Jenderal Kenneth F. McKenzie Jr., Kepala Komando Pusat Amerika Serikat, mengatakan bahwa sebelum meninggalkan bandara Kabul untuk terakhir kalinya, militer negaranya telah melumpuhkan 70 MRAP, 27 Humvee, dan 73 pesawat secara permanen.

"Pesawat-pesawat itu tidak akan pernah terbang lagi. Mereka tidak akan pernah bisa dioperasikan oleh siapa pun," ungkapnya, dikutip dari The Washington Post.

Komentar