alexametrics

Penyelidikan NHTSA: Inflator Airbag Takata Bermasalah di 30 Juta Kendaraan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Penyelidikan NHTSA: Inflator Airbag Takata Bermasalah di 30 Juta Kendaraan
Konsep airbag mutakhir: saat terjadi benturan merobek wadah perlahan dan kantong pun mengembang aman. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Kegagalan produsen airbag ini menyebabkan kebangkrutan terkait recall di berbagai penjuru dunia.

Suara.com - Badan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional milik Amerika Serikat atau yang disebut sebagai National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengungkap hasil penyelidikan atas airbag Takata yang tidak dapat berfungsi semestinya.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, setidaknya 30 juta kendaraan di Amerika Serikat telah menggunakan airbag Takata yang cacat produksi. Mobil-mobil ini diproduksi dari 2001 hingga 2019.

Seperti dilaporkan Automotive News, para pembuat mobil menolak berkomentar terkait masalah inflator airbag dari Takata.

Sejumlah pabrikan mobil besar seperti General Motors, Ford Motor Company, Chrysler, Tesla, Honda, Toyota, Subaru, Mazda, Daimler (Mercedes-Benz), BMW Group, Porsche (bagian dari Volkswagen Group), sampai Jaguar Land Rover pernah menggunakan airbag ini untuk produk mereka.

Baca Juga: Jean-Philippe Imparato: Saya Menjual Mobil, Bukan Layar Perangkat Komunikasi

Produsen mobil Ford bikin APD dari bahan baku airbag (Motor1.com)
Ford Motor Company menggarap airbag sendiri, dan di masa pandemi bahan baku ini digunakan untuk pembuatan APD (Alat Pelindung Diri) bagi nakes. Sebagai ilustrasi  (Motor1.com)

Sebagai informasi, perusahaan pemasok airbag, Takata, akhirnya mengibarkan bendera putih pada 2017. Perusahaan asal Jepang ini menyatakan bangkrut karena tidak bisa menanggung biaya recall akibat cacat produk mereka.

Kebangkrutan Takata bisa dibilang sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Media asal Jepang, Asia Nikkei, mencatat daftar kreditur Takata mencapai 1,26 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 141,2 miliar yen. Pemerintah Amerika Serikat menjadi kreditur terbesar karena tagihan mereka mencapai 41,5 miliar yen.

Kemudian tagihan nomor dua terbanyak datang dari Toyota yang mencapai 26,6 miliar yen. Sedangkan pabrikan lain seperti Honda dan Nissan belum mengumumkan biaya yang dikenakan akibat recall airbag produksi Takata.

Baca Juga: Setir Model Kemudi Pesawat Terbang Milik Tesla Dinilai Kurang Bermanfaat

Komentar