alexametrics

Bos Toyota: Mobil Listrik Akan Membuat Jepang Kehilangan 5,5 Juta Pekerjaan

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Bos Toyota: Mobil Listrik Akan Membuat Jepang Kehilangan 5,5 Juta Pekerjaan
Ilustrasi mobil listrik Toyota Prius (Shutterstock).

Menurut Akio Toyoda, netralitas karbon musuhnya adalah karbon dioksida, bukan pembakaran internal.

Suara.com - Chief Executive Officer (CEO) Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda yang memiliki jabatan fungsional sebagai ketua asosiasi pembuat mobil Jepang menyatakan pendapat soal mobi listrik. Ia menyebutkan kurang berkenan dengan dorongan mobil listrik sentris atau Electric Vehicle (EV) centric dari pemerintah Jepang untuk netralitas karbon.

Akio Toyoda berpendapat bahwa penggunaan kendaraan sepenuhnya tenaga listrik bisa membuat Jepang kehilangan 5,5 juta pekerjaan dan 8 juta unit kendaraan pada 2030.

Dalam pertemuan reguler Asosiasi Produsen Mobil Jepang (JAMA), Toyoda memperingatkan bahwa tujuan manufaktur hijau yang terlalu ambisius dan terinspirasi Eropa tidak akan berkelanjutan.

Akio Toyoda, CEO Toyota Motor Corp., Jepang [Shutterstock].
Akio Toyoda, CEO Toyota Motor Corp., Jepang [Shutterstock].

"Jepang adalah negara yang bergantung pada ekspor. Jadi, netralitas karbon sama saja dengan masalah ketenagakerjaan di Jepang," ujar Toyoda, dikutip dari Insideevs.

Baca Juga: Kebutuhan Industri Otomotif Nasional, Pabrik Baru Krakatau Steel Siap Memasok Baja

Ia menambahkan, beberapa politisi mengatakan bahwa perusahaan mobil perlu mengubah semua mobil menjadi kendaraan listrik karena industri manufaktur sudah ketinggalan zaman.

"Saya pikir itu masalahnya. Untuk melindungi pekerjaan dan kehidupan orang Jepang, saya pikir perlu untuk membawa masa depan kita sejalan dengan upaya kita sejauh ini," ungkapnya.

Pemerintah Jepang diketahui bertujuan memangkas emisi gas rumah kaca pada 2030 dan mencapai netralitas karbon bersih pada 2050 dengan seluruh kendaraan beralih ke listrik.

Namun Bos Toyota percaya bahwa peta jalan harus memperhitungkan kenyataan bahwa sumber kehidupan ekonomi Jepang berasal dari manufaktur.

Pergeseran tiba-tiba ke arah kendaraan listrik bisa melemahkan basis industri Jepang. Jadi perlu pendekatan yang lebih luas untuk pengurangan karbon.

Baca Juga: Setir Model Kemudi Pesawat Terbang Milik Tesla Dinilai Kurang Bermanfaat

"Dalam mencapai netralitas karbon, musuhnya adalah karbon dioksida, bukan pembakaran internal," tutup Akio Toyoda.

Komentar