alexametrics

Kasus COVID-19 Menurun, Penjualan Sepeda Motor Bakal Tumbuh 30,8 Persen

RR Ukirsari Manggalani
Kasus COVID-19 Menurun, Penjualan Sepeda Motor Bakal Tumbuh 30,8 Persen
Perakitan sepeda motor Honda, sebagai ilustrasi produksi kendaraan roda dua. Diabadikan jauh sebelum masa pandemi COVID-19 [PT Astra Honda Motor]

Tim Ekonom Bank Mandiri memprediksi demand di pasar sepeda motor akan naik. Skutik paling dominan untuk pasar Nasional.

Suara.com - Pemulihan ekonomi setelah kasus COVID-19 terus menurun diperkirakan Tim Ekonom Bank Mandiri (Persero) Tbk., akan memberikan dampak terhadap penjualan sepeda motor.

Dikutip dari kantor berita Antara, Tim Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., memprediksi penjualan sepeda motor tumbuh 30,8 persen menjadi 4,8 juta unit pada 2021, dibandingkan proyeksi sebelumnya yaitu 14,5 persen.

Meski demikian, Kepala Ahli Ekonomi (Chief Economist) Bank Mandiri Andry Asmoro dalam kajian tim ekonominya yang dipaparkan secara tertulis pada Rabu (22/9/2021) menyebutkan bahwa risiko kembali melonjaknya kasus COVID-19 masih ada, dan bisa terjadi kapan saja.

Pengunjung melihat motor BMW G 310 GS saat pemeran IIMS Motobike Expo 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (29/11). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A]
Pengunjung melihat motor BMW G 310 GS saat pemeran IIMS Motobike Expo 2019 di Istora Senayan, Jakarta. Sebagai ilustrasi pasar otomotif Nasional roda dua sebelum masa pandemi COVID-19 [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A]

Jika kasus harian COVID-19 kembali meningkat, maka akan mengganggu keyakinan konsumen, yang pada akhirnya menahan keinginan belanja masyarakat termasuk sepeda motor.

Baca Juga: Diskon PPnBM, Tim Ekonom Bank Mandiri Perkirakan Mobil Terjual 737.159 Unit

"Kenaikan kasus harian COVID-19 bisa mengakibatkan penurunan aktivitas ekonomi akibat restriksi mobilitas. Selanjutnya, consumer confidence atau tingkat kepercayaan konsumen bisa melemah," jelas Andry Asmoro.

Disimak dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik pada Agustus 2021 tumbuh 24,8 persen (month on month atau mom) sebanyak 470,1 ribu unit.

Adapun peningkatan peningkatan daya beli pada Agustus ini disebutkan Andry Asmoro sebagai dampak dari permintaan yang tertahan (pent-up demand) karena pada Juli 2021 pemerintah menerapkan PPKM darurat untuk menekan laju penularan COVID-19.

"Aktivitas ekonomi pada bulan Agustus juga relatif lebih baik dibandingkan bulan Juli terutama karena kasus harian COVID-19 sudah menurun dan mobilitas masyarakat sudah mulai meningkat," jelasnya.

Untuk kategori sepeda motor sendiri, skuter otomatis atau skuter matik alias skutik tampil paling dominan dalam penjualan motor domestik dengan pangsa pasar 87,3 persen terhadap total penjualan periode Januari-Agustus 2021. Penjualan jenis skuter matik mencapai 2,9 juta unit.

Baca Juga: Kental Aura Sport, Dua Sepeda Motor Ini Selebrasi 60 Tahun Kiprah Yamaha di MotoGP

Kemudian, penjualan motor bebek mencapai 216,3 ribu unit dengan pangsa pasar 6,56 persen dan motor sport sebanyak 203,1 ribu unit dengan pangsa pasar 6,16 persen.

Komentar