alexametrics

Nissan Motor dan Waseda University Uji Proses Daur Ulang Motor Kendaraan Listrik

RR Ukirsari Manggalani
Nissan Motor dan Waseda University Uji Proses Daur Ulang Motor Kendaraan Listrik
All-New Nissan LEAF. Mobil ini menggunakan magnet motor kendaraan listrik. Sebagai ilustrasi [Dok Nissan Indonesia]

Dengan proses daur ulang ini, tahapan lebih efisien dan tidak dibutuhkan pencopotan komponen secara manual.

Suara.com - Nissan Motor bersama Waseda University, Jepang memulai pengujian proses daur ulang efisien magnet motor kendaraan listrik yang tidak digunakan. Tujuannya memulihkan senyawa unsur tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) dengan kemurnian tinggi.

Dikutip dari kantor berita Antara, industri otomotif menggarap sektor kendaraan terelektrifikasi untuk mengatasi perubahan iklim dan karbon netral bagi masyarakat global. Dalam komponennya, sebagian besar motor kendaraan listrik menggunakan magnet neodymium, yang mengandung logam langka REE seperti neodymium dan dysprosium.

REE atau unsur tanah karang adalah elemen penting yang digunakan dalam berbagai produk bagi kebutuhan manusia, mulai smartphone sampai bidang otomotif.

Ilustrasi laboratorium (Unsplash)
Ilustrasi laboratorium penelitian logam (Unsplash)

Untuk menggunakan sumber daya yang terbatas dan berharga secara lebih efektif, sejak 2010 Nissan telah berkarya dalam tahap desain untuk mengurangi jumlah REE di magnet motor.

Baca Juga: Transformasi di Bidang Transportasi, Kendaraan Listrik Jadi Solusi

Langkah mengurangi penggunaan REE sendiri juga penting. Pasalnya bisa mengurangi dampak lingkungan dari penambangan dan pemurnian. Juga mengatasi bergesernya supply and demand dari produsen dan konsumen untuk kendaraan listrik.

Nissan mendaur ulang REE dengan cara menghilangkan magnet dari motor yang tidak memenuhi standar produksi dan mengembalikannya kepada pemasok. Saat ini, sudah dilakukan pembongkaran serta pelepasan secara manual.

Selanjutnya, dibutuhkan proses yang lebih sederhana dan lebih ekonomis untuk mencapai peningkatan daur ulang di masa depan.

Sejak 2017, Nissan berkolaborasi dengan Waseda University yang memiliki rekam jejak kuat dalam meneliti daur ulang dan peleburan logam non-ferrous.

Pada Maret 2020, kerja sama ini berhasil mengembangkan proses pyrometallurgy yang tidak memerlukan pencopotan motor atau proses disassembly.

Baca Juga: Nissan LEAF Andalkan Motor Listrik Murni, di Mana Bisa Mengisi Ulang Baterai?

Pengujian menunjukkan bahwa proses itu mamu memulihkan 98 persen REE motor. Metode ini juga mengurangi proses pemulihan dan waktu kerja sekitar 50 persen dibandingkan metode saat ini--yang masih perlu tahapan demagnetisasi magnet, atau melepas dan membongkarnya secara manual.

Di masa mendatang, Waseda University dan Nissan Motor Corporation bakal melanjutkan pengujian fasilitas skala besar untuk mengembangkan aplikasi praktis.

Nissan Motor Corporation akan mengumpulkan motor dari kendaraan listrik yang didaur ulang, serta terus mengembangkan sistem recycle terhadap komponen yang berakhir masa pakainya.

Komentar