Nissan Motor dan Waseda University Uji Proses Daur Ulang Motor Kendaraan Listrik

Kamis, 23 September 2021 | 10:27 WIB
Nissan Motor dan Waseda University Uji Proses Daur Ulang Motor Kendaraan Listrik
All-New Nissan LEAF. Mobil ini menggunakan magnet motor kendaraan listrik. Sebagai ilustrasi [Dok Nissan Indonesia]

Suara.com - Nissan Motor bersama Waseda University, Jepang memulai pengujian proses daur ulang efisien magnet motor kendaraan listrik yang tidak digunakan. Tujuannya memulihkan senyawa unsur tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) dengan kemurnian tinggi.

Dikutip dari kantor berita Antara, industri otomotif menggarap sektor kendaraan terelektrifikasi untuk mengatasi perubahan iklim dan karbon netral bagi masyarakat global. Dalam komponennya, sebagian besar motor kendaraan listrik menggunakan magnet neodymium, yang mengandung logam langka REE seperti neodymium dan dysprosium.

REE atau unsur tanah karang adalah elemen penting yang digunakan dalam berbagai produk bagi kebutuhan manusia, mulai smartphone sampai bidang otomotif.

Ilustrasi laboratorium (Unsplash)
Ilustrasi laboratorium penelitian logam (Unsplash)

Untuk menggunakan sumber daya yang terbatas dan berharga secara lebih efektif, sejak 2010 Nissan telah berkarya dalam tahap desain untuk mengurangi jumlah REE di magnet motor.

Langkah mengurangi penggunaan REE sendiri juga penting. Pasalnya bisa mengurangi dampak lingkungan dari penambangan dan pemurnian. Juga mengatasi bergesernya supply and demand dari produsen dan konsumen untuk kendaraan listrik.

Nissan mendaur ulang REE dengan cara menghilangkan magnet dari motor yang tidak memenuhi standar produksi dan mengembalikannya kepada pemasok. Saat ini, sudah dilakukan pembongkaran serta pelepasan secara manual.

Selanjutnya, dibutuhkan proses yang lebih sederhana dan lebih ekonomis untuk mencapai peningkatan daur ulang di masa depan.

Sejak 2017, Nissan berkolaborasi dengan Waseda University yang memiliki rekam jejak kuat dalam meneliti daur ulang dan peleburan logam non-ferrous.

Pada Maret 2020, kerja sama ini berhasil mengembangkan proses pyrometallurgy yang tidak memerlukan pencopotan motor atau proses disassembly.

Baca Juga: Transformasi di Bidang Transportasi, Kendaraan Listrik Jadi Solusi

Pengujian menunjukkan bahwa proses itu mamu memulihkan 98 persen REE motor. Metode ini juga mengurangi proses pemulihan dan waktu kerja sekitar 50 persen dibandingkan metode saat ini--yang masih perlu tahapan demagnetisasi magnet, atau melepas dan membongkarnya secara manual.

Di masa mendatang, Waseda University dan Nissan Motor Corporation bakal melanjutkan pengujian fasilitas skala besar untuk mengembangkan aplikasi praktis.

Nissan Motor Corporation akan mengumpulkan motor dari kendaraan listrik yang didaur ulang, serta terus mengembangkan sistem recycle terhadap komponen yang berakhir masa pakainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI