Mengenal Berbagai Jenis Baterai Mobil Listrik Beserta Keunggulan dan Estimasi Harganya

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:05 WIB
Mengenal Berbagai Jenis Baterai Mobil Listrik Beserta Keunggulan dan Estimasi Harganya
Ilustrasi isi ulang baterai mobil listrik. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Baterai adalah komponen vital mobil listrik penentu jarak tempuh; teknologi baterai beragam, mempengaruhi kepadatan energi dan biaya.
  • Baterai Lithium Ion populer memiliki usia pakai 8-15 tahun; LFP lebih terjangkau dan stabil secara termal.
  • Teknologi Solid State dianggap masa depan karena kepadatan energi tinggi, meskipun biaya produksinya saat ini masih sangat mahal.

Suara.com - Baterai bisa dibilang sebagai “jantung” dari sebuah mobil listrik. Tanpa komponen ini kendaraan listrik tidak akan bisa bergerak karena baterai menjadi sumber utama yang menyuplai daya ke motor penggerak.

Di tengah era elektrifikasi pabrikan otomotif kini berlomba menghadirkan mobil listrik dengan jarak tempuh semakin jauh yang sangat bergantung pada teknologi baterai.

Penting bagi konsumen untuk memahami bahwa tidak semua baterai dibuat dengan teknologi yang sama. Berdasarkan rangkuman dari AstraOtoshop setiap jenis memiliki karakteristik berbeda mulai dari kepadatan energi hingga biaya produksi.

Pertama adalah Lithium Ion atau Li Ion yang menjadi teknologi paling populer pada mobil listrik modern. Usia pakainya berkisar antara 8 hingga 15 tahun dengan efisiensi pengisian mencapai 90 persen. Estimasi harganya berada di rentang Rp100 juta hingga Rp300 juta per paket tergantung kapasitas. Meski stabil jenis ini kurang ideal untuk wilayah dengan suhu yang sangat ekstrem.

Kedua terdapat Lithium Iron Phosphate atau LFP yang memiliki usia pakai lebih panjang yakni sekitar 15 hingga 20 tahun. Biaya produksinya lebih terjangkau dengan estimasi Rp1,55 juta hingga Rp2,48 juta per kWh. Keunggulan utamanya adalah stabilitas termal yang tinggi sehingga lebih aman meskipun kepadatan energinya di bawah tipe Lithium Ion.

Ketiga yaitu teknologi Solid State yang digadang sebagai masa depan otomotif. Kepadatan energinya sangat tinggi sehingga jarak tempuh bisa jauh lebih panjang. Namun biaya produksinya masih sangat mahal mencapai Rp12,4 juta per kWh dan masih dalam tahap pengembangan untuk produksi massal.

Keempat adalah Lead Acid yang merupakan teknologi lama dengan biaya rendah namun memiliki bobot berat serta usia pakai pendek. Jenis ini kurang cocok untuk standar efisiensi mobil listrik masa kini.

Kelima yakni Nickel Metal Hydride yang pernah populer pada kendaraan hybrid generasi awal. Meski tangguh pada suhu ekstrem efisiensi pengisian dayanya hanya sekitar 60 hingga 70 persen dengan biaya produksi yang masih tergolong tinggi.

Terakhir adalah Ultracapacitor yang unggul dalam pengisian daya sangat cepat. Namun karena energi yang tersimpan sedikit komponen ini biasanya hanya digunakan sebagai pendukung sistem penyimpanan energi utama bukan sebagai sumber daya mandiri bagi kendaraan listrik.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ferrari Bawa DNA Balap ke Mobil Listrik Pertamanya, Bisa Melesat 309 KM per Jam

Ferrari Bawa DNA Balap ke Mobil Listrik Pertamanya, Bisa Melesat 309 KM per Jam

Otomotif | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:50 WIB

Tren Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Layak untuk Indonesia?

Tren Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Layak untuk Indonesia?

Your Say | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:35 WIB

Bukan Lagi Tren, China 'Haramkan' Layar Sentuh untuk Fitur Vital Mobil, Ini Alasannya

Bukan Lagi Tren, China 'Haramkan' Layar Sentuh untuk Fitur Vital Mobil, Ini Alasannya

Otomotif | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:26 WIB

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA

Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering

Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Perkuat Deteksi Penyakit, Bisakah CT Scan Photon-Counting Jadi Strategi Ketahanan Kesehatan?

Perkuat Deteksi Penyakit, Bisakah CT Scan Photon-Counting Jadi Strategi Ketahanan Kesehatan?

Health | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:17 WIB

53 Titik Api Kepung Sulawesi Selatan, Kebakaran di Gowa hingga Enrekang

53 Titik Api Kepung Sulawesi Selatan, Kebakaran di Gowa hingga Enrekang

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Mengenal Pancaindra Manusia dan Fungsinya

Mengenal Pancaindra Manusia dan Fungsinya

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:15 WIB

If You Wish Upon Me: Menemukan Alasan Hidup dari Mereka yang Menanti Ajal

If You Wish Upon Me: Menemukan Alasan Hidup dari Mereka yang Menanti Ajal

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Kabareskrim Tak Hadir, Komisi III DPR Tunda Rapat Pembahasan Konflik Agraria

Kabareskrim Tak Hadir, Komisi III DPR Tunda Rapat Pembahasan Konflik Agraria

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:09 WIB

×