Simak 6 Penyebab Rem Mobil Ngempos, Ada Istilah Masuk Angin Segala

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:41 WIB
Simak 6 Penyebab Rem Mobil Ngempos, Ada Istilah Masuk Angin Segala
Pengecekan dan pembersihan brake disc atau cakram rem mobil yang dilakukan bengkel. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Tekanan yang seharusnya besar menjadi kecil, itulah penyebab rem mobil ngempos saat diinjak. Master rem dapat bekerja dengan memanfaatkan piston di tabung silinder. Piston ini terhubung langsung pada pedal rem.

Ketika pengemudi menginjak pedal rem, maka piston akan terdorong yang mengakibatkan minyak rem mendapat tekanan dan akhirnya naik. Pada bagian piston dan silinder tidak boleh terdapat celah, sayangnya seringkali seal yang menghubungkan rusak.

Akibatnya kebocoran pada minyak rem terjadi dan tekanan yang seharusnya dihasilkan pun menurun. Cara mengatasi jika penyebabnya ini adalah dengan memperbaiki seal agar sambungan antara piston dan silinder bebas dari celah.

Ilustrasi mengisi minyak rem (Shutterstock).
Ilustrasi mengisi minyak rem (Shutterstock).

4. Minyak rem habis

Minyak rem berperan besar untuk menciptakan tekanan hidrolis. Berkurangnya minyak rem ini bisa disebabkan oleh tipisnya kampas rem.

Jika minyak rem ini habis, maka ada beberapa penyebab lain yang harus dicek. Karena jika asal menambahkan minyak rem tanpa memperbaiki kebocoran rem, maka rem akan tetap terasa ngempos.

Pengecekan kebocoran bisa dilihat dari bagian bak perseneling yang menjadi bagian kebocoran pada master rem bawah. Jika muncul rembesan maka bagian itu bocor.

Kebocoran bisa terjadi pada pipa-pipa minyak rem. Pipa ini fungsinya adalah menyalurkan minyak rem sehingga tidak boleh terjadi rembesan.

5. Kampas rem mengalami keausan

baca juga

Kampas rem adalah komponen yang akan menghentikan putaran roda secara langsung. Karena sering bergesekan dengan plat besi, maka tidak heran jika komponen ini mudah mengalami keausan.

Ciri utama rem aus adalah pedal ditekan akan blong dan rem tidak bekerja. Gejala lain yang dapat diperhatikan juga adalah muncul suara berdecit dan pedal rem akan bergetar ketika diinjak.

Apabila penyebab rem mobil ngempos adalah ausnya kampas rem, maka solusinya adalah dengan menggantinya. Kampas rem yang sudah aus tidak bisa diperbaiki, kecuali mengganti yang baru.

Pencegahan dari kampas rem yang aus adalah rutin menggantinya ketika mobil sudah mencapai jarak 10.000 km. Anda bisa mengganti kampas rem pada ban depan dan belakang.

Ilustrasi seorang perempuan injak pedal gas mobil. [Shutterstock]
Ilustrasi pedal gas dan rem mobil [Shutterstock]

6. Sistem rem mengalami vapor lock

Penyebab rem mobil ngempos yang selanjutnya adalah saat kondisi suhu rem panas, maka membuat minyak rem mendidih dan menimbulkan uap air. Kondisi ini disebut dengan vapor lock, penyebabnya sendiri adalah terlalu lama menginjak pedal rem.

Vapor lock menjadi penyebab munculnya gelembung udara yang membuat rem blong. Ketika hal ini terjadi, bukan hanya bleeding saja solusi yang bisa dilakukan.

Kualitas minyak rem akan menurun karena suhu panas, oleh karena itu melakukan penggantian minyak rem adalah tindakan tepat. Sebaiknya mengganti minyak rem setiap 40.000 km secara berkala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:51 WIB

Bukan Cuma Modal Tampang, Ini Rekomendasi Motor Baru dengan Fitur Keselamatan Terbaik untuk Harian

Bukan Cuma Modal Tampang, Ini Rekomendasi Motor Baru dengan Fitur Keselamatan Terbaik untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi

Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB

Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis

Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 18:50 WIB

Bedah Keunggulan Mitsubishi Destinator  di Segmen SUV Menengah

Bedah Keunggulan Mitsubishi Destinator di Segmen SUV Menengah

Otomotif | Senin, 16 Maret 2026 | 13:01 WIB

Teknologi Rangka Baja JETOUR T2 Tahan Beban Hingga 360 Kilogram

Teknologi Rangka Baja JETOUR T2 Tahan Beban Hingga 360 Kilogram

Otomotif | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:54 WIB

Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR, Dua Orang Luka

Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR, Dua Orang Luka

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:07 WIB

Tips Jaga Rem Mobil Tetap Pakem saat Dibawa Mudik Lebaran

Tips Jaga Rem Mobil Tetap Pakem saat Dibawa Mudik Lebaran

Otomotif | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:15 WIB

Rem Kontainer Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang: 2 Tewas, 4 Luka Berat!

Rem Kontainer Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang: 2 Tewas, 4 Luka Berat!

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 09:17 WIB

Teknologi ADAS Bisa Jadi Solusi Tekan Angka Kecelakaan Akibat Human Error di Jalan Raya

Teknologi ADAS Bisa Jadi Solusi Tekan Angka Kecelakaan Akibat Human Error di Jalan Raya

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:22 WIB

Terkini

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:46 WIB

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

×