Begini Potret Moge Honda Disulap Jadi Motor Listrik: Raungan Mesin Buas Jadi Sunyi Senyap

Minggu, 13 Juli 2025 | 15:19 WIB
Begini Potret Moge Honda Disulap Jadi Motor Listrik: Raungan Mesin Buas Jadi Sunyi Senyap
Honda CBR1000RR-R Fireblade (Dok. AHM)

Suara.com - Ketika kita bicara soal moge Honda dan motor listrik, mungkin yang terbayang adalah dua dunia yang benar-benar berbeda. Di satu sisi, ada raungan mesin pembakaran internal yang ikonik. Di sisi lain, ada desingan sunyi dari dinamo bertenaga baterai. Namun, apa jadinya jika kedua dunia ini dilebur menjadi satu?

Belakangan ini, Honda memang makin serius menggarap pasar elektrifikasi. Lewat ajang Honda Dream Ride Project (HDRP) 2024, mereka memamerkan motor listrik yang dimodifikasi makin canggih.

Namun, di belahan dunia lain, sebuah proyek yang jauh lebih ekstrem dan ambisius sedang berjalan, mengubah salah satu superbike paling ganas dari Honda menjadi monster listrik untuk lintasan balap.

Dilansir dari Visordown, sekelompok mahasiswa dari fakultas teknik elektro di Clermont-Ferrand, Prancis, punya mimpi yang tidak main-main.

Mereka tergabung dalam sebuah tim bernama Sigma dan bertekad untuk mencetak sejarah di salah satu ajang balap paling melelahkan di dunia: 24 Hours of Le Mans. Senjata mereka? Sebuah Honda CBR1000RR-R Fireblade yang dirombak total dari mesin bensin menjadi penggerak listrik.

Proyek ini bukan sekadar tugas kuliah. Tim Sigma benar-benar serius mengembangkannya dan bahkan sudah melakukan demonstrasi serta pengujian awal di Sirkuit d'Issoire.

Mereka menargetkan motor ini bisa berpartisipasi secara resmi di Le Mans pada tahun 2029, menjadikannya motor bertenaga baterai pertama yang berlaga di balapan legendaris tersebut.

Tantangan Besar di Balik Proyek Ambisius

Honda CBR1000RR-R Fireblade disulap jadi motor listrik (Visordown)
Honda CBR1000RR-R Fireblade disulap jadi motor listrik (Visordown)

Mengubah superbike menjadi mesin balap listrik tentu bukan pekerjaan mudah. Ada dua tantangan utama yang harus dihadapi Tim Sigma: teknis dan finansial.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Bekas Honda yang Masih Laku Keras: Cocok buat Keluarga, Mulai Rp50 Jutaan

Tantangan Teknis: Baterai adalah Kunci

Untuk balap ketahanan seperti Le Mans, bobot dan efisiensi adalah segalanya. Tim harus merancang sistem baterai yang tidak hanya ringan, tetapi juga bisa diisi ulang dengan super cepat atau bahkan diganti dalam hitungan detik saat pit stop.

Inilah fokus utama pengembangan mereka. Seperti yang ditekankan oleh pemimpin tim, Sylvain Charlat, "kendaraan membutuhkan baterai teringan yang dapat diisi ulang dengan cepat dan ditukar dengan waktu henti minimal."

Tantangan Finansial: Butuh Dana Jumbo

Inovasi butuh biaya. Tim Sigma memperkirakan mereka membutuhkan dana sekitar 1 juta Euro (sekitar Rp18,9 miliar) untuk menyempurnakan teknologi baterai inovatif mereka. Dana ini sangat krusial untuk memastikan proyek mereka bisa terus berjalan dan mencapai target di tahun 2029.

Masa Depan Balap Ada di Tangan Mereka?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI