alexametrics

Studi: Kebanyakan Pengemudi Mobil di Inggris Berkendara Dalam Kondisi Pelek Rusak

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Studi: Kebanyakan Pengemudi Mobil di Inggris Berkendara Dalam Kondisi Pelek Rusak
Pelek rusak yang tengah diperbaiki. Sebagai ilustrasi [Envato Elements/ThamKC].

Pelek rusak bisa terjadi karena menabrak trotoar, juga disebabkan pengemudi lain di rumah sendiri.

Suara.com - Skoda menerbitkan sebuah studi baru yang mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga pengemudi di Inggris. Britania Raya mengendarai kendaraan dalam kondisi pelek rusak.

Parkir paralel tampaknya menjadi faktor utama dalam masalah ini, dengan 56 persen kerusakan disebabkan oleh menabrak trotoar.

Hasil penelitian Skoda itu juga menyebutkan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada pelek. Akan tetapi ada beberapa bagian lagi. Yaitu kerusakan ban, masalah pelacakan, dan kemudi bergetar.

Logo Skoda Auto [Shutterstock].
Logo Skoda Auto [Shutterstock].

Menurut Skoda, terdapat lebih dari 13 juta pelek yang rusak bergulir di jalan-jalan Inggris. Mengingat bahwa harga perbaikan rata-rata untuk satu roda mencapai 92,60 dolar Amerika Serikat (AS), jika semua pengemudi Inggris ingin memperbaiki roda kendaraan mereka yang rusak, total biayanya akan tembus 1,2 miliar dolar AS.

Baca Juga: Agar Siang Tetap Temaram, Rolls-Royce Phantom V Milik John Lennon Didesain Serba Hitam

Seperti dikutip dari Carscoops, hampir sepertiga dari 2.000 pengemudi yang berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian Skoda menyebutkan bahwa mereka menabrak kendaraan atau objek lain saat parkir.

Sedangkan 83 persen responden mengatakan bahwa seseorang di rumah mereka sendiri yang menyebabkan kerusakan pada bagian roda kendaraan yang dimiliki.

Selain masalah itu, sepertiga pengemudi merasa cukup percaya diri saat memarkir mobilnya. Dalam hal gaya yang disukai, 45 persen memilih parkir mundur dan 18 persen mengatakan mereka lebih suka parkir paralel.

Skoda melakukan penelitian itu dalam rangka mengiklankan sistem "Intelligent Park Assist". Perusahaan otomotif yang berada di bawah payung Volkswagen Group ini menyebutkan bahwa teknologi tadi akan memastikan jarak yang aman dari trotoar, mengurangi risiko kerusakan pelek.

Baca Juga: Lewat Single Terbaru "Easy on Me", Adele Ajak Pemirsa Wisata Otomotif

Komentar