alexametrics

BMW: Desain Mobil Masa Depan Harus Lebih Berani dan Bermakna

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
BMW: Desain Mobil Masa Depan Harus Lebih Berani dan Bermakna
BMW i Vision Circular di gelaran IAA Mobility 2021 [BMW via ANTARA].

Desainer tidak bisa memilih berada di era tertentu. Namun kreativitas menunjukkan cara menghadapi tantangan.

Suara.com - Direktur Desain BMW Domagoj Dukec mengungkapkan pandangan desain terkait mobil masa depan.

Saat BMW bertransisi menuju lini produk yang lebih berkelanjutan, ia menegaskan bahwa lini masa depan akan lebih berani dan bermakna.

Dukec mencatat bahwa produk yang muncul dari BMW akhir-akhir ini memang banyak memicu perdebatan. Akan tetapi perusahaan lebih memilih untuk mengambil langkah berani.

CEO BMW Oliver Zipse . [Tobias Schwarz/AFP]
CEO BMW Oliver Zipse di depan BMW i Vision Circular yang menggambarkan desain BMW [AFP/Tobias Schwarz].

"Anda tidak bisa memilih di era mana menjadi seorang desainer. Akan tetapi sangat menarik untuk menjadi salah satunya di saat industri mobil menghadapi tantangan besar, di mana Anda bahkan tidak tahu apakah bisa bertahan atau tidak," jelas Dukec, seperti dikutip dari Carscoops.

Baca Juga: Menkeu Sebutkan Insentif Pajak Rp 60,57 Triliun, Berapa untuk Sektor Otomotif?

Ia menambahkan, semua desainer bisa menggunakan kreativitas untuk menawarkan lebih banyak desain. Tujuannya menawarkan pengalaman mobilitas baru.

Seperti diketahui BMW telah mengumumkan platform Neue Klasse telah dikonfirmasi untuk produk listrik masa depan. Harapannya mampu menjadi kebangkitan dari jajaran model populer pada 1960-an.

Meskipun platform ini akan mengambil inspirasi dari model lama, dalam hal desain, mereka tidak akan melihat ke belakang.

"Kami tidak memberikan penghormatan kepada Neue Klasse. Tetapi kami adalah perusahaan yang mendefinisikan segmen baru sangat relevan di 1960-an, menggabungkan keanggunan dan dinamisme dengan cara yang tidak dimiliki perusahaan lain," tutup Domagoj Dukec.

Baca Juga: Tampil di Expo 2020 Dubai, Kemenperin Ungkap Potensi Industri Otomotif Indonesia

Komentar