alexametrics

Studi: Banyaknya Stasiun Pengisian Baterai Mobil Listrik Berisiko Pemadaman Listrik

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Studi: Banyaknya Stasiun Pengisian Baterai Mobil Listrik Berisiko Pemadaman Listrik
Ilustrasi stasiun pengisian ulang baterai mobil listrik (Shutterstock).

Pemerintah Korea Selatan adakan revisi aturan tentang bangunan bertingkat dan stasiun pengisian ulang baterai EV.

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan merevisi peraturan yang mengatur tentang bangunan tempat tinggal bertingkat.

Dalam aturan tertulis, apartemen baru harus memiliki setidaknya 5 persen dari ruang parkir mereka yang dipasang pengisi daya kendaraan listrik (EV) atau charger.

Sementara apartemen yang sudah berdiri harus sudah memiliki setidaknya 2 persen pengisian daya.

Sementara sebuah studi yang dilakukan Institut Teknologi Otomotif Korea (KATI) menunjukkan bahwa banyaknya sistem pengisian daya EV meningkatkan risiko pemadaman listrik.

Baca Juga: Seberapa Besar Antusiasme Peminat Mobil Listrik di Indonesia Dibandingkan Tetangga ASEAN?

Seoul, Korea Selatan, sebagai ilustrasi apartemen [Shutterstock].
Seoul, Korea Selatan, sebagai ilustrasi apartemen [Shutterstock].

Peneliti senior di KATI dan penulis laporan ini, Jang Dae-seok mengatakan, kebutuhan untuk meningkatkan infrastruktur lama sudah cukup jelas, tetapi masalahnya adalah pembiayaan peningkatan.

Karena ini adalah bangunan milik pribadi, pemilik setiap unit apartemen di gedung perlu menanggung biaya peningkatan, tetapi tidak setiap pemilik unit akan memiliki kendaraan listrik.

"(Pemerintah) harus melakukan survei komprehensif tentang kapasitas listrik apartemen lama dan mengidentifikasi apartemen yang perlu ditingkatkan dayanya," jelas Jang Dae-seok, dikutip dari WapCar.

Jang juga menyarankan bahwa pemerintah harus lebih fokus pada kemampuan keseluruhan bangunan untuk benar-benar mengakomodasi infrastruktur pengisian EV.

Penelitian ini mengatakan bahwa 56 persen dari 25.132 gedung apartemen di Korea Selatan berusia lebih dari 15 tahun, mengutip data dari Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea.

Baca Juga: Berdasar Data Gaikindo, Ini Pencapaian Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Sekitar sepertiga dari semua gedung apartemen memiliki kapasitas listrik kurang dari 3 kilowatt, yang merupakan rata-rata listrik yang digunakan per rumah tangga saat ini.

Banyak bangunan tempat tinggal lama telah mengalami pemadaman lebih sering karena meningkatnya penggunaan AC. Laporan itu juga menyebutkan bahwa konsumsi listrik dari kendaraan listrik melonjak selama jam sibuk setelah pukul 17.00.

Komentar