Array

Xpander, Avanza, Xenia, dan Ertiga Baru Diluncurkan, Pasar Low MPV Semakin Kompetitif

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 12 November 2021 | 23:02 WIB
Xpander, Avanza, Xenia, dan Ertiga Baru Diluncurkan, Pasar Low MPV Semakin Kompetitif
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda (tengah), bersama Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono (kiri), dan Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto (kanan) saat meluncurkan All New Veloz dan All New Avanza, di Jakarta, Rabu (10/10/2021). [Antara]

Suara.com - Pasar mobil di kelas Low Multi Purpose Vehicle (Low MPV) dinilai akan semakin baik dan kompetitif dengan hadirnya berbagai produk baru pada segmen ini menjelang akhir tahun 2021, terutama di sekitar pameran GIIAS 2021 yang digelar selama 11 - 21 November ini.

Pada pekan ini, Mitsubishi memperkenalkan New Xpander dengan wajah dan transmisi baru. Masih di pekan yang sama, Toyota meluncurkan Avanza. Sementara di GIIAS 2021, giliran Daihatsu Xenia dan Suzuki Ertiga baru yang mencuri panggung.

Direktur Sales & Marketing Division PT MMKSI, Tetsuhiro Tsuchida, mengatakan konsumen akan memilih produk terbaik, sehingga hadirnya banyak mobil baru akan menciptakan persaingan yang positif bagi para pabrikan dalam mengembangkan produknya.

"Kami misalnya, melakukan berbagai penelitian tentang kebutuhan konsumen sebelum menghadirkan Xpander, sehingga hasilnya matang dan kami bisa memberikan produk yang value for money untuk konsumen," kata Tsuchida kepada wartawan, Jumat.

Head of Sales & Dealer Management Region 3 MMKSI, Ilham Iranda, berpendapat bahwa pasar Low MPV yang menjadi arena pertarungan Xpander dengan kompetitornya, akan tetap berkembang pada tahun 2022.

Menurut dia, MMKSI justru mendapatkan kenaikan pangsa pasar di tengah pandemi, yakni model Xpander yang kontribusi 32 persen. "Ini luar biasa, jadi ini segmen yang masih baik. Kami optimistis pasar Low MPV akan tetap besar."

Di sisi lain, insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) merupakan dorongan sekaligus tantangan bagi produsen otomotif. Insentif itu memberikan keuntungan karena mendorong daya beli masyarakat, namun kelak menjadi tantangan apabila kebijakan itu dihapus pada tahun depan.

Jika insentif PPnBM tidak dilanjutkan, MMKSI menyiapkan siasat untuk merangsang daya beli konsumen melalui paket pembiayaan serta memperkokoh layanan purna jual.

"Kami mempermudah konsumen dengan paket pembiayaan, memperkuat program aftersales sehingga benefit fokus untuk konsumen," kata Mukhamad Arwani selaku Deputy Group Head Sales & Marketing Division MMKSI. [Antara]

Baca Juga: Pemilik Suzuki Ertiga Sport Bisa Diubah Jadi Versi FF, Segini Biayanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI