Soal Pengelolaan Angkutan Kota, Pemkot Malang Akan Belajar dari Bogor

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 29 Desember 2021 | 22:16 WIB
Soal Pengelolaan Angkutan Kota, Pemkot Malang Akan Belajar dari Bogor
Bus Trans Pakuan. [Antara]

Suara.com - Pemerintah Kota Malang menyatakan akan mempelajari skema yang diterapkan Pemerintah Kota Bogor dalam upaya optimalisasi pengelolaan angkutan umum di wilayah Kota Malang, Jawa Timur.

Dikutip dari kantor berita Antara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Heru Mulyono di Kota Malang, Rabu (29/12/2021) mengatakan bahwa pada 2022 pihaknya akan melakukan studi ke wilayah Kota Bogor untuk mempelajari skema yang diterapkan terkait pengelolaan angkutan kota.

"Untuk peremajaan tidak ada, namun tahun depan saya dengan sebagian teman-teman akan belajar ke Bogor. Bogor itu berhasil melakukan by service transportation," jelas Heru Mulyono.

Kota Malang PPKM level 3 saat natal dan tahun baru 2022. [Suara.com/Bob Bimantara Leander]
Kota Malang PPKM level 3 saat Natal dan tahun baru 2022. [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Ia menjelaskan bahwa kawasan Kota Bogor selama ini dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki jumlah angkutan kota sangat banyak. Namun, Pemerintah Kota Bogor memiliki skema untuk menggantikan angkutan kota dengan mini bus.

Menurut Heru Mulyono, Pemerintah Kota Bogor mengubah sistem dari tiga unit angkutan kota dijadikan satu unit mini bus.

"Jadi di Bogor itu juga terkenal dengan jumlah angkot yang banyak. Pengemudi bisa menerima, bahwa tiga unit angkot dijadikan satu mini bus. Itu kemudian dikelola oleh paguyuban sopir angkot," tandasnya.

Ia menambahkan, jika nantinya para pengemudi atau sopir angkutan umum yang ada di wilayah Kota Malang menerima konsep ini, Pemerintah Kota Malang akan memberikan subsidi agar layanan angkutan kota tidak bergantung pada jumlah penumpang.

"Jika nanti mau, akan ada subsidi dari pemerintah. Subsidi per kilometer. Jadi tidak usah mengejar jumlah penumpang dan bahan bakar akan dibayar pemerintah. Makanya kami akan belajar ke Bogor," ujarnya.

Angkutan kota di wilayah Kota Malang, lanjutnya, saat ini masih belum mampu memberikan kepastian waktu terhadap para penumpang. Para calon penumpang harus menunggu dalam waktu yang cukup lama sebelum sampai tujuan.

Di Kota Malang, saat ini ada 25 jalur angkutan kota. Dari 25 jalur itu, sebanyak 18 jalur masih aktif, sementara sisanya tidak. Ia mengharapkan skema yang akan dicontoh dari Kota Bogor itu nantinya bisa memberikan kenyamanan kepada pengguna angkutan kota.

Pemerintah Kota Bogor melakukan konversi terhadap angkutan kota yang ada di wilayah menjadi Bus Kita Trans Pakuan. Pada tahap awal, Pemerintah Kota Bogor menghancurkan 30 unit angkutan kota digantikan sepuluh bus.

Program ini merupakan perpanjangan dari kebijakan konversi tiga angkutan kota menjadi satu bus melalui program Bus Kita Trans Pakuan yang dimotori Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan Pemkot Bogor.

Menurut Pemerintah Kota Bogor, program ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jumlah angkutan kota yang ada di Kota Hujan itu. Pada 2022, secara keseluruhan sebanyak 147 unit angkutan kota akan dikonversikan menjadi 49 unit Bus Kita Trans Pakuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemacetan Rantai Pasokan Berkurang, Produk Industri Otomotif Jepang Melonjak Bulan Lalu

Kemacetan Rantai Pasokan Berkurang, Produk Industri Otomotif Jepang Melonjak Bulan Lalu

Otomotif | Rabu, 29 Desember 2021 | 18:04 WIB

China Tak Lagi Butuh Produsen Mobil Asing untuk Industri Otomotif

China Tak Lagi Butuh Produsen Mobil Asing untuk Industri Otomotif

Otomotif | Rabu, 29 Desember 2021 | 17:18 WIB

Sambut Pasar Otomotif 2022: Ini Prediksi Mobil yang Diminati

Sambut Pasar Otomotif 2022: Ini Prediksi Mobil yang Diminati

Otomotif | Selasa, 28 Desember 2021 | 13:16 WIB

Apakah PPnBM DTP Masih Diperlukan? Simak Ulasan Pengamat Otomotif

Apakah PPnBM DTP Masih Diperlukan? Simak Ulasan Pengamat Otomotif

Otomotif | Selasa, 28 Desember 2021 | 11:14 WIB

Bantu Korban Erupsi Semeru, Divisi 4x4 Rescue dari Komunitas Otomotif DIY ke Lumajang

Bantu Korban Erupsi Semeru, Divisi 4x4 Rescue dari Komunitas Otomotif DIY ke Lumajang

Otomotif | Kamis, 23 Desember 2021 | 16:18 WIB

Industri Otomotif Torehkan Kinerja Positif Berkat PPnBM DTP

Industri Otomotif Torehkan Kinerja Positif Berkat PPnBM DTP

Otomotif | Kamis, 23 Desember 2021 | 16:07 WIB

Terkini

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

×