Suara.com - Memiliki mobil dapat membuat hidup Anda lebih mudah. Namun, dengan memiliki mobil, itu artinya Anda harus memperhitungkan berbagai hal, salah satunya pajak mobil. Jika tidak bayar pajak, maka akan kena denda. Lantas, bagaimana cara hitung biaya denda pajak mobil?
Diketahui, memiliki mobil membuat Anda tidak harus bergantung pada transportasi umum. Dengan mobil pribadi, Anda pun bisa lebih fleksibel dan mandiri saat memutuskan untuk bepergian.
Tetapi terlepas dari seberapa sering Anda menghabiskan waktu di belakang kemudi, semua pemilik mobil harus membayar pajak mobil. Jika telat membayarnya, Anda akan dikenakan denda.

Cara Menghitung Pajak Mobil
Adapun denda pajak mobil yaitu sebesar 25% per tahunnya. Jika terlambat sebulan, maka dikenai denda 1/12 dari besaran denda yang harus dibayarkan dalam setahun.
Sebelumnya, ketahui terlebih dulu Anda tidak bayar pajak mobil berapa lama. Misalnya, sebulan, 3 bulan, 6 bulan, atau tahunan. Agar tidak lupa, sebisa mungkin Anda catat periode bayar pajak kendaraan.
Jika sudah mengetahui dengan jelas berapa lama keterlambatan Anda dalam membayar denda, selanjutnya Anda bisa menghitungnya menggunakan rumus. Nah, untuk mengetahui biaya denda pajak mobil, simak berikut ini cara menghitung dengan rumus yang dilansir dari berbagai sumber.
Rumus:
(jumlah PKB (pajak kendaraan bermotor) yang tercantum di STNK x 25% x rasio lama keterlambatan dalam bulan) + SWDKLL (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas)
Setelah tahu rumusnya, simak berikut ini simulasi perhitungan denda pajak selama 3 bulan, 6 bulan, dan satu tahun, agar lebih jelas gambarannya. Untuk sampel, mobil Anda memiliki PKB Rp1.905.600 serta SWDKLLJ Rp143.000.
1. Denda 3 Bulan
Rp 1.905.600 x 25% x 3/12 + Rp 140.000 = Rp 262.100
Maka, total yang harus dibayarkab antaranPKB, SWDKLLJ, dan Denda yaitu:
Rp 1.905.600 + Rp 143.000 + Rp 262.100 = Rp 2.310.700
2. Denda 6 Bulan
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Seruduk Pembatas Jalur Busway di Gatot Subroto, Mobil Mewah Lexus Terbalik
News | Rabu, 12 Januari 2022 | 14:13 WIB
Tokyo Auto Salon 2022: Mitsubishi Motors Perkenalkan Dua Purwarupa Canggih
Otomotif | Rabu, 12 Januari 2022 | 13:54 WIB
Terjun ke Industri Otomotif, Sony Dinilai Akan Sulit Bersaing
Otomotif | Rabu, 12 Januari 2022 | 11:04 WIB
Terkini
Daftar Harga Mobil LCGC Irit Bensin untuk Harian saat Harga BBM Naik
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 20:10 WIB
Promo MyPertamina April 2026, Ada Cashback hingga Voucher Rp800 Ribu
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 19:37 WIB
Seharga Rp36 Juta, Apakah Motor Listrik Maka Cavalry Layak Gantikan Nmax dan PCX?
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 18:30 WIB
5 Mobil Listrik Bekas Kuat di Tanjakan, Mesin Tangguh Cuma Seharga Daihatsu Ayla Seken
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 18:20 WIB
4 Ritual yang Bikin Motor Irit Bensin, Kantong Tetap Aman di Akhir Bulan
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 18:19 WIB
5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 17:32 WIB
Jomplang Banget! Beda Jatah BBM Subsidi di Indonesia dan Malaysia
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 17:15 WIB
Tampil Lebih Berani Yamaha Gear Ultima Kini Pakai Mesin Hybrid
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 17:05 WIB
Pemerrintah China Awasi Baterai Kendaraan Listrik Lewat Sistem Digital
Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 17:03 WIB