facebook

Penyebab Rem Blong yang Diduga Picu Kecelakaan Maut di Balikpapan

Liberty Jemadu
Penyebab Rem Blong yang Diduga Picu Kecelakaan Maut di Balikpapan
Kecelaaan Balikpapan pada Jumat (21/1/2022) diduga disebabkan rem blong. Foto: Petugas mengevakuasi truk tronton bernomor plat KT 8534 AJ setelah mengalami kecelakaan di Turunan Rapak, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, Jumat (21/1/2022). ANTARA FOTO/HO/Novi A

Kecelakaan Balikpapan, yang viral di media sosial, diduga disebabkan rem blong.

Suara.com - Kecelakaan yang melibatkan sebuah truk tronton di Balikpapan, Kalimantan Timur dan menewaskan empat orang viral di media sosial pada Jumat (21/1/2022). Polisi, untuk sementara mengatakan kecelakaan Balikpapan itu diduga disebabkan oleh rem blong.

Seperti diwartakan sebelumnya, truk bernomor polisi KT 8534 AJ dan berbobot 20 ton mengalami rem blong saat menuruni jalan turunan jelang lampu lalu lintas Muara Rapak sehingga menabrak beberapa mobil dan puluhan motor yang sedang mengantre di perempatan.

Lalu, apa itu rem blong? Mengapa sering terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Rem blong, menurut Komisi Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, merupakan salah satu penyebab kecelakaan paling sering di jalan raya.

Baca Juga: Belajar dari Kecelakaan Maut Balikpapan, Cara Mengatasi Rem Blong

KNKT dalam sebuah diskusi bersama Kementerian Perhubungan pada 2020 lalu mengatakan rem blong adalah kegagalan pengereman pada kendaraan bermotor. Kasus ini sering terjadi pada truk dan bus, kendaraan yang punya bobot besar.

Penyebab rem blong

Achmad Wildan selaku investigator senior Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam diskusi itu menyampaikan bahwa ada beberapa penyebab rem blong. Di antaranya yaitu kampas mengalami overheat, minyak rem mendidih dengan cepat, dan tekanan angin tekor.

Selain itu juga terdapat faktor lainnya yang ikut memperparah kasus kecelakaan, yaitu malfunction pada teknologi (pengereman), kebocoran pada selang airhose, kebocoran pada airtank dan sensor tekanan angin yang tidak bekerja.

“Biasanya pengemudi bus itu mau irit solar jadi mereka pake gigi tinggi tapi mainin rem, grid nya panas sehingga sepatu remnya terlalu panas hingga mengalami proses sublimasi. Jadi yang tadinya padat berubah bentuk menjadi gas yang melapisi sepatu rem dan tromol sehingga kehilangan gaya gesek. Nah istilahnya itu kita kenal sebagai rem blong,” jelas Achmad seperti yang dilansir dari situs resmi KNKT.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Balikpapan, Sopir Truk Ngaku Buru-buru Dikejar Waktu

Sementara itu menurut Suzuki, seperti dilansir dalam laman resmi perusahaan, menguraikan bahwa

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar