facebook

Indonesia Ekspor Perdana Fortuner ke Australia, Begini Sejarah Pengiriman Produk Toyota Indonesia

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Indonesia Ekspor Perdana Fortuner ke Australia, Begini Sejarah Pengiriman Produk Toyota Indonesia
Deretan mobil siap diekspor di IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Senin (18/3/2019). Sebagai ilustrasi [ANTARA]

Dimulai dari ekspor 50 unit Toyota Kijang Super, kini Toyota Indonesia berhasil mengapalkan banyak model.

Suara.com - Presiden Joko Widodo pada hari ini, Selasa (15/2/2022) meluncurkan Pelepasan Ekspor 2 Juta Unit oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan Ekspor Perdana Fortuner ke Australia.

Dikutip dari rilis resmi Toyota Indonesia sebagaimana diterima Suara.com, kegiatan ekspor Toyota Indonesia dimungkinkan oleh perkembangan industri otomotif nasional yang bergerak dari impor hingga awal 1970-an, diikuti produksi dengan komponen lokal kemudian menjadi basis produksi dan ekspor, serta kini memasuki tahapan pengembangan ekspor.

"Pencapaian kumulatif 2 juta unit ekspor dan ekspor perdana kendaraan utuh Toyota ke Australia merupakan bagian dari upaya kami berkontribusi pada perkembangan industri otomotif nasional Indonesia termasuk dalam menjaga neraca perdagangan yang positif," jelas Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

Kekinian, industri otomotif memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi terutama di masa pandemi. Industri ini telah memiliki rantai pasok yang dalam dari hulu ke hilir hingga ke level Industri Kecil Menengah, menyerap 1,5 juta tenaga kerja, serta memiliki peran dalam hal substitusi impor.

Tingginya tingkat kandungan dalam negeri produk-produk otomotif saat ini ada yang telah melampaui 80 persen. Menandakan terus berkembangnya industri komponen lokal Indonesia dalam mendukung manufaktur otomotif nasional.

Baca Juga: Produksi Akumulatif Ekspor Toyota Indonesia Mencapai 2 Juta Unit, Pencapaian 1 Juta Dirayakan 2018

Industri otomotif yang memiliki daya saing tinggi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global melalui perannya sebagai pencipta peluang ekspor.

Hasil ekspor otomotif merupakan produk berteknologi tinggi yang bernilai tambah karena dalam setiap tahapan pembuatannya memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak.

Berikut ini adalah sejarah ekspor Toyota Indonesia:

Toyota Kijang Super

  • Ekspor Toyota Indonesia dimulai 1987 dengan pengapalan perdana Kijang generasi ketiga (atau Kijang Super) ke Brunei Darussalam.
  • Volume ekspor perdana dalam jumlah sangat sedikit, 50 unit per bulan.
Torro Margens dan Kijang Super [Instagram: @troysticker].
Torro Margens dan Kijang Super. Sebagai ilustrasi produk [Instagram: @troysticker].

Toyota Kijang Innova

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Ekspor Toyota Fortuner ke Australia, Berikut Serba-Serbi SUV Ini

  • Sejalan dengan upaya untuk terus meningkatkan daya saing, momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak dipercayanya Toyota Indonesia dalam proyek IMV di 2004.
  • Posisi strategis sebagai basis produksi Kijang Innova, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus menjadi tantangan untuk membuktikan kapabilitas Indonesia.
  • Sejak saat itu, volume ekspor Toyota Indonesia meningkat menjadi sekitar 7.000 unit per tahun.
New Toyota Kijang Innova resmi meluncur (15/10/2020) [PT Toyota Astra Motor].
New Toyota Kijang Innova resmi meluncur (15/10/2020) [PT Toyota Astra Motor].

Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, dan multi-model

  • Upaya Toyota untuk meraih kepercayaan pasar ekspor bergerak bersama tumbuhnya industri otomotif Indonesia sehingga aktivitas ekspor Toyota semakin berkembang baik untuk volume dan negara tujuannya.
  • Dimulai dari pengembangan pasar ke beberapa negara di Timur Tengah dan Amerika Latin, saat ini Toyota mengapalkan multi model.
  • Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, Toyota Vios, Toyota Sienta, Toyota Veloz, Toyota Avanza, Toyota Rush, Toyota Lite Ace/Town Ace, Toyota Agya, dan Toyota Raize serta kendaraan dalam bentuk terurai (CKD), mesin bensin, komponen, dan alat bantu produksi telah diekspor.
  • Tujuan ekspor mencapai lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
  • Volume ekspor tahunan meningkat tajam menjadi lebih dari 100.000 unit per tahun sejak 2012, bahkan menembus angka 200.000 unit per tahun di 2018 dan 2019 sebelum pandemi COVID-19 menghantam ekonomi global.
  • Setelah sempat terkoreksi hingga 30 persen di 2020 akibat pandemi COVID-19, ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota dari Indonesia di 2021 mencatatkan angka sebesar 188 ribu unit.
  • Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor T-Brand sudah pulih hingga ke level 90 persen dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi.
  • Tahun ini Toyota Indonesia juga berencana untuk melakukan produksi lokal model Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang juga ditujukan untuk pasar ekspor selain pasar domestik.

Komentar