Penjualan Kendaraan Ringan Bakal Terpukul Invasi Rusia ke Ukraina

RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 26 Februari 2022 | 13:10 WIB
Penjualan Kendaraan Ringan Bakal Terpukul Invasi Rusia ke Ukraina
Ilustrasi kendaraan ringan (Shutterstock).

Suara.com - Invasi Rusia ke Ukraina menghasilkan risiko substansial dalam penjualan light vehicle atau kendaraan ringan passenger car secara global. Demikian diungkap konsultan industri otomotif J.D Power dan LMC Automotive dalam sebuah prediksi bersama yang dikutip Auto Economic Times dari India Times.

Para konsultan ini memperkirakan bahwa penjualan mobil kategori light vehicle akan mengalami penurunan 400.000 unit menjadi 85,8 juta mobil karena dua hal.

Yaitu kenaikan harga bahan bakar minyak bumi dan aluminium sebagai materi utama pembuatan bodi kendaraan. Kondisi kenaikan harga ini tentunya membuat daya beli konsumen untuk memperoleh mobil atau truk baru ikut menyusut.

Ilustrasi seorang perempuan membeli mobil (Shutterstock).
Ilustrasi membeli mobil (Shutterstock).

Sementara itu, pasokan mobil serta harga di seantero dunia akan menunggu kondisi konflik Rusia-Ukraina membaik. Tentunya dalam durasi yang belum bisa dipastikan, demikian pendapat Jeff Schuster, President of Americas Operation and Global Vehicle Forecast di LMC Automotive.

Saat Rusia melakukan serangan pada Kamis (24/2/2022) harga minyak dunia melejit hingga tembus 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, menjadi yang tertinggi sejak 2014. Sementara harga yang dilansir Brent mencapai 105 dolar AS per barel.

Invasi Rusia ke Ukraina direspon negara-negara Barat dengan sanksi ekonomi. Antara lain pemutusan hubungan dengan berbagai perbankan di Rusia, serta menangguhkan kerja sama bisnis yang dimiliki negeri itu.

Antara lain seperti maskapai penerbangan Amerika Serikat Delta Airlines yang menangguhkan code shared dengan maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot. Atau tim sepak bola Manchester United, dari Britania Raya, yang menarik hak sponsorship Aeroflot.

Sedangkan industri otomotif sendiri, pada dasarnya tengah menghadapi situasi buruk. Sejak awal pandemi COVID-19 hingga kekinian, para produsen bergulat dengan situasi dan kondisi chip semikonduktor yang langka pasokannya. Lantas, kini turut menghadapi dampak invasi Rusia ke Ukraina.

Sehingga produsen kendaraan bermotor menangguhkan produksi atau memangkas pembuatan berbagai model. Mereka fokus kepada pembuatan produk high demand serta menjadikan fitur yang bisa dioperasikan manual tidak disemat chip semikonduktor.

baca juga

"Dengan adanya gangguan pasokan di lini produksi kendaraan yaitu kekurangan chip semikonduktor, beberapa model tidak tersedia di pasaran hingga kuartal awal 2022. Ditambah kejadian invasi yang belum berakhir, maka situasi pasar kendaraan ringan tidak akan banyak berubah hingga Maret. Meski ada harapan pasar tumbuh lima persen," ulas  Thomas King, President of the Data and Analytics Division J.D Power.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkeu Telah Lunasi Utang Gagal Bayar Waskita Senilai Rp722 Miliar

Kemenkeu Telah Lunasi Utang Gagal Bayar Waskita Senilai Rp722 Miliar

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:57 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pertama Kali Digelar di Indonesia, Pameran Komponen Otomotif Automechanika Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Pertama Kali Digelar di Indonesia, Pameran Komponen Otomotif Automechanika Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 15:15 WIB

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Gaikindo Pertahankan Target 850 Ribu Unit di Tengah Penjualan Mobil yang Masih Lesu

Gaikindo Pertahankan Target 850 Ribu Unit di Tengah Penjualan Mobil yang Masih Lesu

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 11:59 WIB

Daftar Shio yang Paling Berani Ambil Risiko dalam Investasi

Daftar Shio yang Paling Berani Ambil Risiko dalam Investasi

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:35 WIB

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Automechanika Jadi Titik Temu Industri Otomotif Global di Indonesia

Automechanika Jadi Titik Temu Industri Otomotif Global di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 08:50 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

Tancap Gas di Asia Tenggara, Changan Ambil Alih Operasional Bisnis di Filipina

Tancap Gas di Asia Tenggara, Changan Ambil Alih Operasional Bisnis di Filipina

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:52 WIB

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 16:50 WIB

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 16:45 WIB

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 16:43 WIB

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

×