Suara.com - Memasang ban mobil membutuhan tenaga yang cukup kuat. Meski sudah dibantu menggunakan alat seperti linggis, tenaga yang dikeluarkannya pun cukup ekstra agar ban luar bisa terpasang pada pelek mobil.
Namun sebuah video yang satu ini mungkin bisa menjadi inspirasi jikalau hendak memasang ban mobil sendiri.
Dalam unggahan akun Facebook @Marvel, tampak seorang pria yang tengah mencoba untuk memasang ban mobil berada di tempat terbuka.
Pria bertopi tersebut hendak memasang ban ke dalam pelek mobil dengan cara yang cukup unik.

Biasanya orang akan menggunakan sebuah linggis untuk memasang ban ke dalam pelek. Tetapi pria ini memasangnya hanya bermodalkan semprotan nyamuk saja ditambah dengan api.
Awalnya, ban dan pelek mobil masih dalam kondisi belum pas alias presisi. Kemudian pria tersebut menyemprotkan obat nyamuk tepat di bibir pelek dan ban.
Dan ketika sudah terisi, mereka pun langsung menyalakan korek api tepat di semburan obat nyamuk. Api pun berkobar di semprotan tersebut dan menyebabkan ban dan pelek kembali ke posisi yang presisi.
Menurut informasi yang didapat dari berbagai sumber, cara ini memang cukup efektif untuk memasang ban ke pelek tanpa perlu tenaga yang kuat.
Obat nyamuk yang disemprot ke bibir pelek dan ban tersebut memperngaruhi tekanan udara dalam ban. Hal ini membuat ban otomatis akan 'merekat' dengan pelek.
Trik ini tentu sedikit mengurangi pekerjaanmu dalam mengganti ban, terutama untuk membuat ban tersebut 'duduk sempurna' melekat dengan pelek tanpa harus repot-repot menggunakan alat yang berbentuk seperti linggis.

Cara ini memang tidak disarankan untuk dilakukan karena bisa menimbulkan risiko seperti tangan terbakar. Sebenarnya ada cara lain yang lebih tepat dibanding dengan cara pria yang menggunakan obat nyamuk tersebut.
Cara tersebut bernama narrow bead distance yang menggunakan alat bead seater. Cara kerjanya, tekanan angin dimasukkan ke dalam tabung tertentu, lalu disemprotkan ke celah antara ban dan pelek. Tekanan angin yang besar tadi akan keluar dan membuat celah bead dan rim jadi rapat.
Terkait video tersebut, ternyata banyak warganet yang memberikan apresiasi cara unik tersebut melalui kolom komentar.
"Udara di dalam ban tidak bagus utk pemakaian lama. Jika org2 amerika menggunakan tehnik itu hanya sebagai urgensi/mendesak saja tidak utk di gunakan sehari-hari," tulis @WIn***.
"Bannya gk awet kalau sering menggunakan cara itu," timpal @Ing**.