facebook

Hutang Menumpuk, Aston Martin Terancam Gulung Tikar

Dythia Novianty | Manuel Jeghesta Nainggolan
Hutang Menumpuk, Aston Martin Terancam Gulung Tikar
Mobil Aston Martin DB5 di Film James Bond: No Time to Die. (Twitter/astonmartin)

Produsen mobil mewah asal Inggris, Aston Martin berada dalam masalah keuangan serius.

Suara.com - Produsen mobil mewah asal Inggris, Aston Martin berada dalam masalah keuangan serius dengan hutang mencapai 1,2 miliar dolar AS atau mencapai Rp 17,3 triliun.

Melansir Carbuzz, Selasa (17/5/2022), merek mobil yang dikenal sebagai mobil James Bond ini telah melaporkan potensi kerugian sebesar 58,7 juta dolar AS atau mencapai Rp 849,2miliar pada kuarter pertama tahun ini.

Hal ini membuat perusahaan semakin sulit membayar kewajiban hutang yang diemban perusahaan.

Upaya bisnis yang dijalankan oleh Aston Marton tahun ini juga tidak berjalan mulus. Pasalnya, perusahaan terus menerus mencatat kerugian.

Baca Juga: Ikuti Jejak Ferrari, Aston Martin Mulai Beralih ke Mobil Listrik

Kegagalan Aston Martin juga terlihat dari rendahnya penjualan SUV mereka Aston Martin DBX, yang nyatanya tidak sesuai harapan.

CEO Aston Martin, Amadeo Felisa mengatakan, masalah keuangan yang dialami perusahaan ini merupakan sebuah tantangan.

Lamborghini Urus versi gres 2020 [Automobili Lamborghini via Antara].
Lamborghini Urus versi gres 2020 [Automobili Lamborghini via Antara].

"Sangat menantang buat saya untuk memegang peran ini di Aston Martin saat dimana kita akan menuju fase perkembangan yang lebih baik," ujar Amadeo Felisa.

Tercatat Aston Martin DBX yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung penjualan ternyata tidak dapat bersaing dengan merek mobil mewah lainnya.

Segmen SUV premium saat ini masih didominasi Lamborghini Urus, Bentley Bentayga dan Rolls-Royce Cullinan.

Baca Juga: Bakal Hadir Dua Versi Baru Lamborghini Huracan, Produsen Sebut Pasar Rusia Tergantikan

Lamborghini Urus sendiri saat ini masih menjadi model terlaris di kelasnya.

Komentar