Dampak Negatif Kendaraan Listrik: Jarang yang Tahu dan Bikin Penasaran, Apa Saja Efeknya?

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 19 Mei 2022 | 19:35 WIB
Dampak Negatif Kendaraan Listrik: Jarang yang Tahu dan Bikin Penasaran, Apa Saja Efeknya?
Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock).

Suara.com - Kehadiran kendaraan listrik kerap dikaitkan dengan isu lingkungan. Baik motor listrik ataupun mobil listrik, keduanya dianggap sebagai alternatif di masa depan yang mampu mengendalikan lonjakan emisi karbon yang menjadi pemicu pemanasan global. Namun, kendaraan listrik juga memicu dampak negatif. Adapun dampak negatif kendaraan listrik yakni sebagai berikut.

Tak butuh waktu lama bagi sejumlah produsen otomotif untuk perlahan menghentikan produksi kendaraan yang mengusung mesin pembakaran internal dan sebagai gantinya, produsen otomotif akan melansir berbagai jenis kendaraan listrik.

Meski terdengar mudah namun peralihan kendaraan dengan mesin pembakaran internal ke baterai disebut-sebut akan memicu sejumlah dampak negatif. 

Di Indonesia dampak negatif tersebut termasuk dampak negatif terhadap lingkungan. Pasalnya, percepatan implementasi kebijakan kendaraan listrik menjadi tantangan baru bagi Indonesia.

Ilustrasi mobil listrik. (Shutterstock)
Ilustrasi mobil listrik. (Shutterstock)

Hal ini dikarenakan lebih dari 60% pembangkit listrik di Indonesia adalah berbasis batubara dengan faktor emisi Jaringan Listrik Nasional di atas 780 gram CO2eq/kWh.

Berdasarkan data faktor emisi dari Jaringan Listrik Nasional tahun 2017 di sejumlah negara-negara Asia, Indonesia menempati posisi ketujuh. Penggunaan kendaraan listrik di masa depan tentu akan diikuti dengan meningkatnya konsumsi listrik.

Dikutip dari Brin.go.id, menurut Nugroho Adi Sasongko selaku Perekayasa Madya di Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan bahwa terdapat beberapa dampak negatif kendaraan listrik, antara lain:

Pertama, ancaman terpapar bahan berbahaya dan beracun (B3)

Menurut penelitian-penelitian terbaru yang dilakukan Nugroho di tahun 2021 menunjukkan eksploitasi masif lithium dan nikel dunia dapat meningkatkan rasio paparan material bahan berbahaya dan beracun (B3).

baca juga

Penelitian beban lingkungan dilakukan dengan Metode Penilaian Dampak Daur Hidup (Life Cycle Impact Assessment atau LCIA) ini menunjukkan vegetasi, hewan bahkan manusia akan kena imbas paparan bahan berbahaya dan beracun (B3) ini.

Kedua, peningkatan konsumsi energi

Pada berbagai tingkatan pembuatan baterai dan maupun produksi kendaraan listrik baik pada tahap ekstraksi, pemurnian, hingga manufaktur akan meningkatkan konsumsi energi dan air bersih yang sangat besar.

Eksploitasi material-material ini akan membawa dampak buruk bagi ekosistem dan terlepasnya sejumlah besar lmbah tailing berbahaya ke lingkungan.

Demikian ulasan perihal dampak negatif kendaraan listrik yang penting untuk diketahui. Selain dua dampak yang disebutkan di atas, ada juga dampak lainnya yang ditimbulkan kendaraan listrik yaitu jejak air (water footprint) yang luar biasa besar dan kerusakan ekosistem.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kendala Airbag, Perusahaan Mobil Listrik Rivian Automotive Tarik Kembali 500 Unit Produknya

Kendala Airbag, Perusahaan Mobil Listrik Rivian Automotive Tarik Kembali 500 Unit Produknya

Otomotif | Kamis, 19 Mei 2022 | 11:46 WIB

Lamborghini Urus Electric, Sebuah Wacana Jangka Panjang

Lamborghini Urus Electric, Sebuah Wacana Jangka Panjang

Otomotif | Kamis, 19 Mei 2022 | 11:15 WIB

Perluas Bisnis Mobil Listrik, Hyundai Investasikan Rp 242 Triliun

Perluas Bisnis Mobil Listrik, Hyundai Investasikan Rp 242 Triliun

Otomotif | Kamis, 19 Mei 2022 | 09:44 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×