Suara.com - Garasi menjadi salah satu bangunan penting untuk para pemilik mobil. Dengan adanya garasi, pemilik mobil tak parkir kendaraan di pinggir jalan lagi yang menggangggu aktivitas pengguna jalan lainnya.
Biasanya pemilik rumah akan membuat garasi sesuai dengan ukuran dimensi mobilnya agar bisa masuk. Tapi terkadang ada juga momen ketika membuat garasi justru berujung sia-sia. Seperti halnya yang diunggah oleh akun Twitter @SeputarTetangga satu ini.
Dalam unggahan tersebut, sebuah curhat sender memiliki tetangga yang salah melakukan renovasi garasi.
Sender bercerita kalau dirinya tinggal di sebuah kompleks yang terdapat siklus 7 tahunan mengalami banjir cukup tinggi.
Karena siklus tersebut, banyak tetangga yang melakukan renovasi rumah dengan meninggikan bangunan sekitar 1 meter.
Sender memiliki tetangga yang sudah cukup lama tinggal di kompleks. Nah, tetangga tersebut di awal tahun melakukan renovasi rumah.

Kebetulan tetangga punya warung, jadi berinisiatif untuk membuat garasi yang cukup luas untuk 1 mobil dan stok warung.
Ketika sudah melakukan renovasi, justru malah kena apes. Garasi yang dibuatnya terlalu tinggi dan curam yang membuat mobil mereka tak bisa masuk.
Hal ini membuat mobil tidak bisa parkir di garasi. Dan akhirnya mereka memilih parkir di luar dengan posisi setangah badan mobil di atas penutup got rumah dan setengahnya lagi di jalan.
Sender merasa kasihan dengan tetangga tersebut. Orangnya cukup baik dan tetangga tak berniat parkir di jalan.
Parkir mobilnya nggak terlalu mengganggu jalan sehingga sender memakluminya. Curhat ini pun viral di media sosial dan mendapatkan respons dari warganet di kolom komentar.
"Saran aja, rumah itu didesain bukan cuma buat cantik, tapi juga berguna. Kalau belum bisa hire arsitek, maybe bisa coba kalau mau renovasi cari tau dulu tentang standar-standar rumah. Misalnya ini garasi, miringnya berapa derajat, lebarnya berapa dll. Supaya ketika jadi nggak sia-sia," cuit salah seorang wargnet.
"Makanya, selalu sewa Arsitek. Jangan pelit-pelit maunya 'sudah termasuk desain' jualan kontraktor kebanyakan. Tugas arsitek tuh mikirin yang kayak begini-begini," timpal warganet lain.
"Mending keluar duit lebih buat bayar jasa arsitek daripada bangun tanpa perhitungan dan kerugiannya lebih besar.," tulis warganet lainnya.