Pasarkan Mobil Listrik ke India Lewat Jalur Impor Langsung, Kelak Fisker Rencanakan Buka Pabrik

Senin, 26 September 2022 | 21:07 WIB
Pasarkan Mobil Listrik ke India Lewat Jalur Impor Langsung, Kelak Fisker Rencanakan Buka Pabrik
Fisker Ocean EV [Fisker Inc via ANTARA]

Suara.com - India menjadi lokasi menarik bagi produsen mobil listrik? Bisa saja. Simak ramainya pemberitaan beberapa tahun lalu saat pimpinan Tesla Incorporation, Elon Musk disebutkan bakal membangun Tesla Gigafactory di Negeri Bollywood.

Lantas kesepakatan antara Toyota dan Suzuki untuk berkolaborasi membangun pabrik mobil listrik di India.

Kekinian, perusahaan rintisan atau startup kendaraan listrik Fisker, asal Amerika Serikat berencana membangun pabrik produksi mobil di India. Hal ini adalah kelanjutan dari pemasaran mobil listrik jenis Sport Utility Vehicle (SUV) Fisker Ocean ke negara Asia Selatan itu.

Tesla Model Y dalam seremoni pembukaan Tesla Gigafactory  di Gruenheide, Jerman (22/3/2022) [Reuters/Pool/Patrick Pleul via ANTARA].
Tesla Gigafactory di Gruenheide, Jerman (22/3/2022). Sebagai ilustrasi [Reuters/Pool/Patrick Pleul via ANTARA].

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, produk ini dipasarkan melalui jalur impor langsung.

"Pada akhirnya India akan menggunakan mobil listrik penuh. Mungkin tidak secepat Amerika Serikat, China, atau Eropa, tetapi kami ingin menjadi salah satu yang pertama datang ke India," jelas Henrik Fisker selaku CEO Fisker.

Ia memperkirakan, penjualan mobil listrik di India akan meningkat pada 2025-2026. Hal itu didukung dengan upaya pemerintah India untuk menaikkan pangsa pasar mobil listrik sebesar 30 persen pada 2030.

Di sisi lain, hal yang menjadi tantangan, saat ini penjualan mobil listrik hanya menyumbang 1 persen dari total 3 juta unit penjualan mobil tahunan di India.

Kurangnya infrastruktur dan mahalnya harga baterai menjadi kendala untuk mengembangkan mobil listrik di India.

Baca Juga: Hadir di Tanah Air dengan Banderol Rp 5,9 Miliar, The New Range Rover L460 Bisa Ditemui di Sini

Fisker mencoba masuk ke India melalui impor untuk melakukan tes pasar sebelum benar-benar membangun pabrik di sana.

"Pada akhirnya, jika ingin memiliki volume yang lebih besar di India, harus mulai membangun kendaraan di sana atau setidaknya melakukan perakitan," pungkas Henrik Fisker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI