Hadirkan Skuter Listrik E01 untuk Uji Pasar, Yamaha Indonesia Dukung Insentif Kendaraan Elektrifikasi

Jum'at, 23 Desember 2022 | 06:41 WIB
Hadirkan Skuter Listrik E01 untuk Uji Pasar, Yamaha Indonesia Dukung Insentif Kendaraan Elektrifikasi
Proses isi ulang baterai skuter listrik Yamaha E01 dengan portable charger [PT YIMM].

Suara.com - Seberapa saat lalu, PT Yamaha Indonesia Motor Manuacturing menghadirkan Yamaha E01, skuter listrik murni tenaga listrik itu pengujian pasar.

Saat itu, dibuka kesempatan bagi umum untuk melakukan pengujian, dibagi dalam format empat kota yang merepresentasikan kebutuhan kendaraan listrik Tanah Air. Antara lain Jakarta, Bali, dan Medan.

Fasilitas pendukung seperti Fast Charger dan Normal Charger untuk mengisi ulang daya baterai motor tersedia di area Yamaha Flagship Shop. Juga hadir layanan Service Kunjung Yamaha (SKY) maupun Yamaha Emergency Service 24 (YES 24) untuk peserta yang mengalami kendala pada saat uji kendaraan.

Penampilan motor listrik Yamaha E01 saat dipajang menjelang media test ride (25/10/2022) [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Penampilan motor listrik Yamaha E01 saat dipajang menjelang media test ride (25/10/2022) [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Dikutip dari kantor berita Antara, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mendukung wacana pemerintah untuk mendukung percepatan kendaraan listrik di Indonesia, dengan mengeluarkan insentif sebesar Rp 8 juta.

"Pada prinsipnya begini, semua insentif dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah nantinya itu kita pasti dukung karena itu bukan tanpa tujuan," jelas Antonius Widiantoro, Asst General Manager Public Relation PT YIMM di Bali pada Rabu (21/12/2022) malam.

Sejatinya, insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak hanya seperti yang banyak beredar saat ini, yakni R p8 juta. ia menegaskan bahwa pemerintah telah memberikan kebijakan serupa melalui pajak dari Yamaha E01.

"Bukan 8 juta saja, dari pajak pun ada insentif E01 yang masuk dalam bentuk impor. Kalau tidak salah juga dapat insentif sebenarnya masuk ke Indonesia karena ada insentif BBN," lanjutnya.

Antonius Widiantoro menajutkan, jika kebijakan diimplementasikan yang merasakan manfaat secara langsung adalah konsumen. Jika memang benar, langkah pemerintah tadi juga nilainya akan semakin mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Dia juga menuturkan bahwa wacana kebijakan ini juga harus melibatkan konsumen kendaraan listrik di Indonesia, dikaji apakah pemberian angka insentif sudah sesuai atau memang harus ditambah lagi.

Baca Juga: Selain Kendaraan Listrik, Mobil Berbasis Gas Sebaiknya Diberi Insentif

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Sejarah Otomotif: Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI