Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PMI Manufaktur Ekspansi, tapi Fondasi Konsumsi Rakyat Rapuh

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:45 WIB
PMI Manufaktur Ekspansi, tapi Fondasi Konsumsi Rakyat Rapuh
Warga berbelanja kebutuhan pokok di salah satu swalayan di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Upah riil Nov 2025 minus 0,7%, picu kemerosotan jumlah kelas menengah.
  • Paket ekonomi 2026 abaikan kelas menengah, fokus hanya pada kelompok bawah.
  • Daya beli lemah tekan dunia usaha, risiko PHK massal intai sektor manufaktur.

Suara.com - Kabar buruk membayangi kelompok kelas menengah Indonesia di tengah gegap gempita bulan suci Ramadan 2026. Alih-alih merayakan pemulihan, kelompok penopang ekonomi ini justru sedang "sekarat" akibat anjloknya upah riil yang terus terkontraksi.

Berdasarkan laporan COREinsight Jumat (6/3/2026) pertumbuhan upah riil pekerja Indonesia pada November 2025 tercatat minus 0,7%. Angka ini merosot lebih dalam dibandingkan periode Agustus 2025 yang berada di level -0,4%. Padahal, di sepanjang 2022-2023, upah riil hanya mampu tumbuh 2,7%, tertinggal jauh di belakang pertumbuhan ekonomi nasional.

CORE Indonesia melihat fenomena ini sebagai alasan utama mengapa proporsi kelas menengah terus merosot sejak 2018. Dampaknya? Daya beli domestik kini berada dalam kondisi rapuh.

Pemerintah sejatinya telah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 pada 10 Februari lalu. Isinya mulai dari diskon transportasi, kebijakan Work From Anywhere (WFA), hingga bantuan pangan. Namun, paket ini dinilai salah sasaran bagi kelas menengah.

Bantuan pangan seperti beras dan minyak goreng hanya menyasar keluarga di desil 1–4. Sementara itu, kelas menengah yang berada di desil 8–10 praktis dibiarkan "bertarung sendiri" melawan inflasi tanpa bantalan kebijakan yang memadai.

Meski Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur sempat naik ke level 53,8 pada Februari 2026, ekspansi ini disebut hanya bersifat sementara. Dunia usaha kini menghadapi ancaman nyata: penumpukan stok barang karena pasar domestik yang didominasi kelas menengah tidak lagi mampu menyerap produk.

"Jika upah riil tetap minus dan kelas menengah terus tergerus, ekspansi industri manufaktur akan layu pasca-Lebaran," tulis laporan COREinsight.

Situasi makin pelik dengan depresiasi Rupiah yang mencekik biaya produksi. Alhasil, perusahaan cenderung mengambil langkah ekstrem: menahan kenaikan upah atau melakukan PHK demi menjaga margin. Inilah yang menciptakan 'lingkaran setan' ekonomi yang sulit diputus.

CORE mendesak pemerintah untuk segera beralih dari solusi jangka pendek dengan melakukan penyesuaian PTKP atau penurunan tarif PPh bracket menengah, stimulus belanja non-tunai khusus untuk kelas menengah dan memperkuat sektor penyerap tenaga kerja formal untuk menaikkan pendapatan riil.

baca juga

Tanpa intervensi serius pada akar masalah, momen Ramadan 2026 dikhawatirkan hanya menjadi "ilusi pemulihan" yang akan hilang begitu takbir kemenangan usai berkumandang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Kelas Menengah: Antara Geliat Ramadan 2026 dan Fondasi Ekonomi yang Keropos

Nasib Kelas Menengah: Antara Geliat Ramadan 2026 dan Fondasi Ekonomi yang Keropos

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:50 WIB

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:26 WIB

Mayoritas Pekerja RI Tak Punya Slip Gaji, Mimpi Punya Rumah Masih Jadi Barang Mewah?

Mayoritas Pekerja RI Tak Punya Slip Gaji, Mimpi Punya Rumah Masih Jadi Barang Mewah?

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:53 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×